Event WSBK masuk dalam atensi korem dan jajaran kodim di Pulau Lombok maupun Sumbawa. Danrem mengatakan, WSBK merupakan kegiatan skala internasional. Yang di akhir pekan nanti, menjadi kali kedua digelar di Pertamina Mandalika International Street Circuit.
Agar event sukses terselenggara, Korem telah menggelar simulasi menghadapi bencana alam. Juga situasi kontijensi. Yang sewaktu-waktu bisa terjadi ketika event WSBK digelar di sirkuit kebanggaan masyarakat Indonesia ini.
”Dengan WSBK ini, nama baik NTB dan Indonesia dipertaruhkan di mata dunia. Jadi seluruh potensi kebencanaan dan kontijensi harus kami persiapkan antisipasinya,” jelas jenderal bintang satu ini.
Untuk menghadapi potensi bencana alam, Korem mensimulasikan situasi hujan ekstrem dan gempa bumi. Simulasi diawal dengan informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) adanya hujan badai di wilayah Kuta, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika.
Informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti Danrem dan meminta Kasi Intel Korem untuk mengecek ke lapangan. Selanjutnya, Danrem memerintahkan Satgas yang telah bersiaga di posko, agar waspada dan siap bergerak untuk melakukan evakuasi.
”Seluruh personel bergerak sesuai fungsi masing-masing dan sasarannya. Ini juga sudah disiapkan tempat evakuasi kalau terjadi,” ujar danrem.
Danrem mengatakan, kegiatan simulasi kemarin dilaksanakan dengan sungguh-sungguh. Sehingga ketika terjadi situasi riil di lapangan, seluruh personel yang bertugas bisa bergerak dengan taktis dalam melakukan penanganan dan evakuasi terhadap penonton.
”Supaya bisa mendapatkan hasil terbaik dan maksimal, jadi harus sungguh-sungguh,” kata danrem.
Lebih lanjut, untuk antisipasi kebencanaan dan kontijensi personel yang terlibat mencapai 100 orang. Terdiri dari jajaran TNI-Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), pemadam kebakaran, hingga Dinas Kesehatan.
Sementara itu, Kalak BPBD NTB Ruslan Abdul Gani mengatakan, tim telah turun melakukan monitoring untuk kesiapsiagaan penanggulangan bencana. ”Kami sudah turun pekan lalu,” kata Ruslan.
Dalam pengecekan lapangan tersebut, satgas memastikan titik-titik jalur evakuasi jika terjadi bencana alam. Ruslan mengatakan ada sekitar 8 posko yang disiapkan untuk satgas penanggulangan bencana di sekitar Sirkuit Pertamina Mandalika.
”Setiap posko ada penanggung jawabnya. Delapan posko ini di luar posko utama,” tandasnya. (dit/r5) Editor : Rury Anjas Andita