Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Dorong Pertumbuhan Ekonomi Syariah, Prudential Syariah Teken MoU Bersama PBNU

Administrator • Sabtu, 17 Desember 2022 | 20:44 WIB
PERKUAT KOMITMEN: Jajaran Prudential Syariah berfoto bersama Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) usai menandatangani kerja sama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi syariah di Indonesia, Sabtu (17/12/2022).
PERKUAT KOMITMEN: Jajaran Prudential Syariah berfoto bersama Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) usai menandatangani kerja sama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi syariah di Indonesia, Sabtu (17/12/2022).
MATARAM-Guna mendorong pertumbuhan ekonomi syariah di Indonesia, PT Prudential Sharia Life Assurance (Prudential Syariah) meluncurkan Kemitraan strategis dengan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Kerja sama ini sekaligus memperluas jangkauan kepada masyarakat untuk mengakses solusi asuransi jiwa berbasis syariah yang halal, komprehensif dan terjangkau.

"Dalam menjalankan komitmen berkelanjutan untuk memperluas jangkauan perlindungan berbasis syariah, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi syariah di Indonesia," ujar Presiden Direktur Prudential Syariah Omar Sjawaldy Anwar, Sabtu (17/12/2022).

Dikatakan, PBNU bersama Prudential Syariah diharapkan dapat menjangkau komunitas-komunitas Muslim, UMKM, dan perempuan, pelajar dhuafa berprestasi. Termasuk menjangkau masyarakat khususnya warga Nahdliyin di seluruh wilayah di Indonesia yang tengah mengalami bencana alam, sehingga dapat membawa keberkahan untuk sesama.

"Kami sangat berbahagia dapat bersama-sama dengan PBNU, sebagai organisasi keagamaan terbesar di Indonesia, mendorong pertumbuhan ekonomi Syariah nasional melalui beragam inisiatif di sepanjang 2023," ungkapnya.

Berdasarkan laporan The Royal Islamic Strategic Studies Centre (RISSC), kata dia, populasi muslim di Indonesia diperkirakan sebanyak 237,56 juta jiwa atau setara dengan 86,7 persen populasi di dalam negeri. Apabila dibandingkan secara global, jumlah populasi muslim di Indonesia setara dengan 12,30 persen dari populasi muslim dunia yang sebanyak 1,93 miliar jiwa.

"Dari laporan tersebut memperlihatkan besarnya potensi dimiliki Indonesia mendorong ekonomi Syariah sebagai sumber pertumbuhan yang kuat dalam mendukung ketahanan ekonomi nasional. Pada akhirnya membuktikan keabsahan Indonesia sebagai pusat ekonomi Syariah global," jelasnya.

Ada pun kemitraan prudential syariah dan PBNU ini mencakup kerja sama di berbagai bidang, di antaranya pelaksanaan program literasi dan inklusi keuangan syariah, edukasi serta kerja sama kesehatan dan pendidikan berbasis Syariah, serta ZISWAF (Zakat Infaq Sodaqoh Wakaf). Ini untuk mengedukasi masyarakat dan meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah.

"Ke depannya, kami akan terus berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah, regulator dan para pemangku kepentingan terkait lainnya untuk meningkatkan literasi dan inklusi Syariah agar masyarakat dapat hidup lebih sehat dan sejahtera," imbuhnya.

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) menyambut baik kerjasama yang terjalin PBNU dengan Prudential Syariah. Dimana sebagai salah satu perusahaan asuransi jiwa berbasis Syariah terkemuka di Indonesia.

PBNU bersama Prudential Syariah memiliki tujuan yang sama, yaitu memajukan ekonomi Syariah nasional dan mendukung tercapainya aspirasi Indonesia sebagai pusat ekonomi Syariah dunia di 2024.

"Kami percaya dengan bertumbuhnya ekonomi Syariah di Indonesia, maka akan turut meningkatkan kesejahteraan masyarakat," katanya. (ewi) Editor : Administrator