”Tim sedang bergerak di lapangan. Data sementara sudah ada, tapi kami ingin detailkan lagi,” kata Kalak BPBD NTB Ruslan Abdul Gani, Selasa (27/12).
Bencana menyapa sejumlah wilayah di Provinsi NTB pekan kemarin. Di Kota Mataram, terjadi bencana langkisau dan gelombang pasang yang menimpa warga di Kelurahan Bintaro dan Jempong Baru. Bencana serupa terjadi di Desa Pemenang Timur, Lombok Utara.
Di Lombok Barat, langkisau menerjang dua desa, yakni Sedau dan Penimbung. Di Lombok Timur terjadi bencana banjir di Desa Ekas, Kecamatan Jerowaru. Banjir juga melanda wilayah Kecamatan Soromandi dan Lambu di Kabupaten Bima. Adapun di Kota Bima, terjadi banjir rob di Rasanae Barat.
Kemudian di Lombok Tengah, bencana banjir, tanah longsor, dan langkisau melanda 10 desa. Antara lain, Mertak, Kuta, Bangket Parak, Bilelando, Kidang, Mujur, Tanak Beak, Setiling, Kopang Rembiga, dan Pengenjek.
Dari data sementara BPBD, warga terdampak bencana berjumlah 610 kepala keluarga (KK). Bencana juga membuat 28 rumah warga rusak dengan kategori ringan dan berat. Kerusakan rumah terbanyak terdapat di Kota Mataram mencapai 15 unit.
Selain itu, kata Ruslan, jembatan lintas Desa Mangge di Kabupaten Bima ambruk. Terjadi kerusakan sepanjang 17 meter. ”Jenis kerusakan lain itu yang sedang didata tim di lapangan. Semoga bisa segera, supaya bisa ditindaklanjuti,” ujarnya.
Ruslan mengatakan, di situasi darurat saat ini BPBD fokus pada pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak. Bantuan berupa makanan maupun barang untuk kebutuhan harian telah disebar petugas ke sejumlah titik.
Setelah kebutuhan warga terpenuhi, BPBD akan melakukan langkah selanjutnya. Mengenai proses rehabilitasi maupun relokasi hunian warga terdampak bencana. ”Kami gerak cepat juga dengan OPD dan kabupaten/kota yang dilanda bencana. Yang penting kebutuhan masyarakat dulu,” jelas Ruslan.
Sementara itu, Dinas Sosial (Dinsos) NTB telah memastikan akan memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak bencana di Kecamatan Ampenan dan Sekarbela, Kota Mataram. ”Itu jadi atensi gubernur dan wakil gubernur,” kata Kepala Dinsos NTB Ahsanul Khalik.
Khalik mengatakan, pihaknya telah menyerahkan bantuan beras sebanyak 1.988 kilogram. Disebar kepada nelayan dan warga terdampak di sepanjang pantai dari Bintaro, Pondok Perasi, Penghulu Agung, hingga Mapak. Selain beras, dinsos juga telah memberikan bantuan berupa terpal, selimut, foodware, dan kidsware.
Bantuan tersebut diserahkan kepada lurah Bintaro dan lurah Mapak. Berdasarkan data korban yang diberikan kelurahan ke Dinsos NTB. ”Kalau masih kurang, saya sudah minta untuk dilaporkan segera sehingga bisa kami penuhi,” ujarnya.
Gubernur NTB Zulkieflimansyah dan Wakil Gubernur NTB Sitti Rohmi Djalilah memberi atensi khusus kepada warga di pesisir pantai di Kecamatan Ampenan dan Sekarbela, Kota Mataram. Yang tertimpa bencana akhir pekan kemarin.
Perhatian juga diberikan kepada nelayan. Yang diperkirakan tidak bisa melaut dengan kondisi cuaca saat ini. Karena itu, lanjut Khalik, kebutuhan dasar warga terdampak selama 10 hari ke depan akan menjadi perhatian.
”Semua korban terdampak kebutuhannya kami upayakan terpenuhi. Termasuk mengenai relokasi untuk warga Mapak,” kata Khalik. (dit/r5) Editor : Rury Anjas Andita