Jack menyebut telah melihat juga video tersebut. Ia juga telah menindaklanjuti dengan memanggil dokter IGD yang dimaksud di dalam video. Melakukan klarifikasi agar mendapat cerita yang utuh atas kejadian yang sebenarnya.
”Sudah dipanggil dokternya. Yang dilakukan memang sudah sesuai prosedur, tapi di video ada kalimat yang dipenggal, akhirnya timbul opini liar,” ujarnya.
Versi RSUP, pasien tersebut diminta untuk pulang dan datang kembali ke poliklinik keesokan paginya. Untuk menjalani rawat jalan. Namun, pasien tidak datang ke poliklinik di pagi harinya. Pasien justru kembali ke IGD RSUP setelah dirujuk dari salah satu RS di Kota Mataram.
Jack mengaku keberatan dengan adanya video tersebut. Menurutnya, jika ada keluhan atas pelayanan rumah sakit, tidak perlu harus sampai membuat video dan menyebarkannya ke platform media sosial hingga viral.
RSUP diklaim Jack tetap terbuka atas seluruh kritik atas pelayanan kesehatan yang diberikan. Pasien maupun keluarganya bisa menyampaikan pengaduan ke humas RSUP. Terbuka 24 jam, sehingga setiap keluhan bisa langsung ditindaklanjuti.
”Ini kan menjadi preseden tidak baik. Humas kami pengaduan buka 24 jam,” sebutnya.
Karena itu, jika memang terjadi kesalahan atas pelayanan yang diberikan dokter di IGD, Jack siap untuk meminta maaf. Namun sebaliknya, jika pembuat video salah karena memberi informasi tidak utuh, harus siap untuk mempertanggungjawabkannya.
Jack mengaku telah menyiapkan langkah hukum. Melaporkan pembuat video ke Polda NTB. Sehingga bisa menjadi pembelajaran, agar tidak membuat konten untuk kepentingan pribadi namun merugikan orang lain. Dengan catatan, apabila informasi dalam video tersebut tidak sesuai fakta di lapangan..
”Saya bilang kalau memang ini tidak benar, diproses (hukum) saja. Itu kan terkait nama baik.” tegasnya.
Terlepas dari itu, Jack memastikan akan ada evaluasi menyeluruh terhadap pelayanan di RSUP NTB. Yang akan dilakukan setelah balapan World Superbike (WSBK) 2023. ”Sekarang kami fokus dulu ke WSBK. Setelah itu kami evaluasi dengan melihat tingkat kesalahannya,” tandas Jack.
Pelayanan IGD RSUP NTB dikeluhkan dalam konten Tiktok dengan nama akun Babaplay12. Pemilik akun menceritakan orang tuanya yang masuk IGD RSUP untuk menjalani perawatan. Namun, belum juga sembuh, dokter di IGD sudah menyuruh orang tuanya untuk pulang.
Tak lama, pasien kembali masuk ke IGD dan bertemu dokter yang sama. Dokter kemudian mengatakan kenapa pasien pulang padahal belum dinyatakan sembuh. Pernyataan dokter ini yang kemudian membuat ia kesal.
Babaplay12 juga menyebutkan jika perawat dan dokter di RSUP judes. Tidak ada senyum. Perlakuan berbeda diberikan jika ada pejabat yang dirawat di rumah sakit. ”Coba gubernur, coba wakil gubernur yang sakit di RSUP NTB, direkturnya datang langsung buat suntik,” katanya.
Menurutnya, jangan hanya gedungnya saja dibuat megah. Tapi hospitality dari tenaga kesehatan di RSUP tidak diperhatikan. Apalagi jika menghadapi pasien dari kalangan masyarakat miskin dan orang biasa. (dit/r5) Editor : Rury Anjas Andita