MXGP Lombok berpeluang digelar di eks Bandara Selaparang. Setelah sebelumnya digadang-gadang akan beradu cepat di wilayah Tohpati, yang masih berada di Kota Mataram. Apalagi di Tohpati telah terbangun sirkuit motocross.
Pembangunan sirkuit di eks Bandara Selaparang nantinya akan melibatkan penuh Samota Endurance Gemilang (SEG). Peran SEG sebagai penyelenggara lokal untuk MXGP Lombok dan Sumbawa.
Herman yang juga Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) NTB menyebut ada beberapa venue yang ditawarkan ke Infront Moto Racing. Antara lain, Lantan dan Mandalika di Lombok Tengah serta eks Bandara Selaparang dan Tohpati di Kota Mataram. ”Masing-masing punya plus minusnya,” ujar Dokter Jack, sapaan karibnya.
Infront telah melihat kondisi sirkuit di Tohpati. Kata Jack, desain sirkuitnya dinilai cukup bagus. Hanya saja ada kekurangan mengenai luasan areal sirkuit. Infront ingin lahan yang lebih luas. Permintaan ini disebut Jack tidak bisa dipenuhi untuk venue Tohpati.
Ia menerangkan, Sirkuit Tohpati menempati lahan yang milik pengusaha Farid Amir. Dipinjamkan untuk jangka waktu selama 8 tahun ke depan. ”Namanya kami dikasih pinjam, ya luasan yang bisa kami gunakan hanya segitu,” tuturnya.
Jack sendiri tidak mempersoalkan jika venue MXGP dipindah ke eks Bandara Selaparang. Sedari awal dibangun, Sirkuit Tohpati sudah diniatkan Jack untuk digunakan IMI NTB. Sehingga tidak ada sangkut pautnya dengan pemprov.
Nantinya di Sirkuit Tohpati Jack akan dijadikan sebagai lokasi kejuaraan nasional (Kejurnas) maupun kejuaraan daerah (Kejurda) untuk motocross. Juga dijadikan sebagai kawasan otomotif untuk Provinsi NTB.
Rencana tersebut juga telah disampaikan dan direspons positif Ketua Umum IMI Bambang Soesatyo ”Sirkuit Tohpati akan tetap diselesaikan. Saya pastikan akan tetap dipakai, karena itu milik IMI NTB dan didukung pengurus IMI pusat,” tandas Jack.
Gubernur NTB Zulkieflimansyah mengatakan, struktur tanah di Sirkuit Tohpati tidak cocok untuk dijadikan venue balapan MXGP. Karena itu, Infront menjatuhkan pilihannya agar MXGP Lombok digelar di eks Bandara Selaparang. ”Tohpati kalau hujan berat tanahnya,” ujar Zul.
Eks Bandara Selaparang sebenarnya masuk sebagai salah satu alternatif untuk venue MXGP Lombok. Hanya saja, butuh persetujuan dari Kementerian BUMN sebagai induk dari PT Angkasa Pura, pemilik dari eks Bandara Selaparang.
Setelah Infront memutuskan dua seri MXGP digelar di Pulau Sumbawa dan Lombok, panitia daerah pun sebenarnya telah memproses izin agar eks Bandara Selaparang bisa digunakan untuk MXGP Lombok.
Zul mengatakan, pihak Angkasa Pura telah mengeluarkan persetujuan secara lisan terkait eks Bandara Selaparang sebagai venue MXGP Lombok. ”Sudah keluar juga yang resmi, setelah disetujui secara lisan. Sudah oke dari Angkasa Puranya di Selaparang. Jadi fix di (eks bandara) Selaparang,” tutur Zul. (dit/r5) Editor : Rury Anjas Andita