Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Harga Tiket Pesawat Bali-Lombok Masih Tinggi, Ini Langkah Dispar NTB

Rury Anjas Andita • Senin, 27 Maret 2023 | 15:30 WIB
MENGUDARA: Sebuah pesawat sesaat lepas landas dari Bandara ZAM, Lombok, Kamis (7/2).
MENGUDARA: Sebuah pesawat sesaat lepas landas dari Bandara ZAM, Lombok, Kamis (7/2).
MATARAM-Dinas Pariwisata (Dispar) NTB masih mengupayakan harga tiket pesawat Bali-Lombok agar bisa terjangkau banyak wisatawan. ”Ini kami sedang negosiasi. Supaya dibantu juga sama Pemprov Bali,” kata Kepala Dispar NTB Jamaluddin Malady.

Jamal mengatakan, masih mahalnya harga tiket pesawat Bali-Lombok disebabkan jumlah frekuensi penerbangan yang sedikit. Untuk saat ini, direct flight dari Bali menuju Lombok, hanya dilayani satu maskapai saja, yakni Lion Air dengan dua kali penerbangan per hari. Tidak adanya persaingan pada satu rute penerbangan, menjadi salah satu faktor harga tiket menjadi mahal.

Tiket pesawat Bali-Lombok dibanderol dari harga Rp 800 ribu lebih hingga mendekati Rp 1,1 juta. Harga ini jauh lebih mahal dua kali lipat dibandingkan rute Surabaya-Lombok, dengan harga paling rendah sekitar Rp 400 ribu.

Mahalnya tiket pesawat, kata Jamal, membuat wisatawan yang sudah ada di Bali, enggan untuk melanjutkan liburannya ke Lombok. ”Padahal ini kan ibaratnya tetangga. Tapi kalau mahal, ini buat wisatawan tidak lanjut ke sini,” sebutnya.

Katanya, sempat ada penambahan jumlah maskapai yang melayani rute Bali-Lombok. Hanya saja ini dilakukan ketika terdapat event balap internasional di Mandalika, seperti World Superbike dan MotoGP.

”Tapi biasanya hanya sebulan sekali. Mudahan maskapai bisa semakin banyak yang buka penerbangan dari Bali ke Lombok,” harap Jamal.

Kunjungan wisatawan mancanegara ke Pulau Lombok dan Sumbawa, sejauh ini masih mengandalkan limpahan dari Bali. Ketika Bali banjir wisatawan, tak menutup kemungkinan ada berdampak positif kepada NTB.

Beberapa destinasi di Lombok menjadi pilihan wisatawan mancanegara yang datang dari Bali. Seperti tiga gili di Lombok Utara, yang bisa dicapai dengan menggunakan kapal cepat dari Padang Bai. Juga Kawasan Mandalika, di Lombok Tengah, yang pernah dilayani dengan kapal cepat.

Sekarang ini, Pemprov Bali mulai mewacanakan aturan ketat untuk mengatur wisatawan mancanegara. Salah satunya mengenai aturan penyewaan motor bagi turis-turis asing.

Jamal mengatakan, pemprov belum memikirkan untuk menerapkan kebijakan serupa. Yang terpenting, wisatawan, domestik maupun mancanegara, bisa sama-sama menjaga sikap baik selama berada di NTB. Begitu juga dengan masyarakat lokal, sebagai tuan rumah, bisa memberikan hospitality kepada tamu yang datang.

”NTB sekarang sudah mulai bagus kunjungannya. Jadi biar datang dulu wisatawan ke sini, untuk aturan-aturan khusus, belum ke arah sana,” tandas Jamal.

Sekda NTB Lalu Gita Ariadi mengatakan, Provinsi NTB membutuhkan lebih banyak penerbangan langsung. Pesawat-pesawat dengan rute domestik yang mendarat di Bandara Lombok. Dengan semakin banyak direct flight, membuat masyarakat mudah untuk datang ke NTB yang merupakan salah satu Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP).

”Tentu ada banyak multiplier efeknya, sektor pariwisata akan menggeliat dan bisa membangkitkan pertumbuhan ekonomi daerah,” tandas Gita. (dit/r5) Editor : Rury Anjas Andita
#Tiket Pesawat #Dispar NTB #Pemprov Bali #Direct Flight