Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Jadi Tim KEK Nasional, Ini Gagasan Taufan Rahmadi untuk NTB

Administrator • Selasa, 11 April 2023 | 01:20 WIB
Taufan Rahmadi
Taufan Rahmadi
MATARAM-Taufan Rahmadi terpilih untuk kali kedua menjadi Tim Akselerasi, Monitoring, dan Evaluasi Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata tahun anggaran 2023. Penunjukan itu sesuai dengan Keputusan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) dengan nomor SK/39/DI.01.00/MK/2023.

“Jadi ini merupakan penunjukan yang kedua saya, setelah sebelumnya di tahun 2022 juga ditunjuk untuk masuk dalam tim ini,” kata Taufan Rahmadi pada Lombok Post, kemarin (9/4).

Penunjukan ini tidak lepas dari kiprah Taufan selama ini sebagai praktisi di bidang Creative Strategy Tourism. Tim ini nantinya akan berperan dalam memastikan percepatan monitoring dan evaluasi terkait pengembangan KEK di seluruh Indonesia. Dengan total KEK sebanyak 9 titik di Indonesia.

“Wilayah kerja kita di KEK Nongsa di Kota Batam, KEK Tanjung Kelayang di Pulau Belitung, KEK Lido di Jawa Barat, KEK Singhasari di Jawa Timur, KEK Mandalika di Lombok, KEK Tanjung Lesung di Banten, KEK Likupang Sulawesi Utara, KEK Morotai di Maluku Utara, dan KEK Sanur di Bali,” jelasnya.

Taufan mengatakan bahwa tugas utama dari Tim KEK adalah membangun kolaborasi dengan semua stakeholder pariwisata di KEK setempat. Memonitor semua masalah dan mencari solusinya. Berikutnya memastikan event terpromosi dengan maksimal. “Kemudian produk dari Ekraf tetap berjalan dengan baik,” jelasnya.

Sebagai putra daerah yang masuk dalam jajaran tim KEK yang dibentuk oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Taufan berharap dapat memberikan perhatian khusus bagi KEK Mandalika. Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah Provinsi NTB periode 2014-2016 mengatakan akan berupaya memperkuat lagi kolaborasi dengan semua stakeholder pariwisata.

“Baik itu yang berada di lingkungan pariwisata maupun di ring satu ataupun dua,” ujarnya.

Selanjutnya, Taufan mengatakan akan lebih sering lagi turun ke lokasi wisata. Dalam rangka memperkuat sinergi. “Kita akan buka telinga dan mata terkait aspirasi masyarakat,” jelasnya.

Aspirasi dari masyarakat selanjutnya akan disampaikan langsung pada Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno. “Karena kami bertanggung jawab langsung pada pak Menteri,” jelasnya.

Dalam waktu dekat KEK Mandalika dan NTB pada umumnya bersegera menjadi tuan rumah event dunia lagi. Antara lain WSBK, MotoGP, MXGP. Taufan mengatakan tim akan memberikan pengawasan dalam persiapannya dan memberikan rekomendasi.

“Kami akan berupaya maksimal dorong agar pemerintah pusat bisa membantu secara optimal daerah.  Menyukseskan event dukungan promosi pariwisata, mendorong agar ada event side di WSBK, misalnya,” jelasnya.

Jika ada hal yang perlu menjadi atensi serius sehingga eskalasi penanganannya dapat ditingkatkan ke pusat. “Misalnya untuk peningkatan rate penerbangan,” jelasnya.

Pada tahun 2022, khusus untuk NTB, Kemenparekraf telah berupaya antara lain dengan memperkuat sisi budaya. Antara lain dengan menyusun buku cerita Putri Mandalika.  “Cerita putri Mandalika ini punya banyak versi, jadi perlu ada upaya untuk menjahit agar menjadi satu cerita yang utuh. Maka dalam upaya itu kami melibatkan banyak tokoh adat dan budaya dalam membangun cerita bersama ini,” jelasnya.

Sementara itu, terkait kontribusi Tim KEK dalam menentukan keputusan menteri, Taufan mengatakan apa yang disampaikan tim langsung disampaikan Menparekraf. Hal ini setidaknya menggambarkan kemungkinan rekomendasi yang disampaikan tim akan menjadi pertimbangan Menteri dalam setiap kali mengambil keputusan. “Kami punya akses langsung dengan pak menteri, pejabat terkait, hingga kementerian lembaga terkait,” paparnya.

Selanjutnya, Taufan mengatakan bahwa pariwisata NTB ke depan perlu diperkuat di tiga sektor penting. Agar capaian saat ini di mana NTB sukses mendapat brand wisata dunia semakin lebih optimal lagi.

“Pertama, bicara tentang wisata tentu tidak bisa lepas dari atraksi. Maka atraksi harus lebih dioptimalkan, atraksi ini harus sustainable,” ujarnya.

Kedua, lanjutnya pariwisata harus memiliki behavior atau attitude yang baik sebagai tuan rumah. Dan ketiga, wisatawan harus menghargai adat istiadat yang tubuh di daerah setempat. (zad/r2) Editor : Administrator
#Taufan Rahmadi #Menparekraf Sandiaga Uno #Mandalika #Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika