Balapan MXGP seri Indonesia akan dimulai dari Pulau Sumbawa. Di sirkuit yang terletak di kawasan Samota, Kabupaten Sumbawa, pada 25 Juni. Setelah itu bergeser ke Pulau Lombok pada 2 Juli. Untuk balapan di Lombok, MXGP kemungkinan besar akan digelar di eks Bandara Selaparang, Kota Mataram.
Zul mengatakan, MXGP bukan sekadar event balapan kelas dunia. Apalagi bertujuan untuk memperkaya panitia penyelenggaranya. ”Ini event yang menjadi pemicu perekonomian di NTB agar memiliki sistem yang baik,” ujarnya.
Dengan digelarnya MXGP, membuat pemerintah ikut berbenah. Memperbaiki beragam infrastruktur pendukung balapan. Apalagi dalam ilmu ekonomi, kata Zul, pembenahan infrastruktur merupakan salah satu upaya yang bisa menunjang pertumbuhan ekonomi.
”Pemerintah akhirnya memikirkan bandara, hotel, pelabuhan, listrik, rumah sakit, sampai ke jaringan telekomunikasi agar bisa lebih baik,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) NTB dr Lalu Herman Mahaputra mengatakan, ada beberapa venue yang ditawarkan IMI NTB ke Infront Moto Racing. Antara lain, Lantan dan Mandalika di Lombok Tengah serta eks Bandara Selaparang dan Tohpati di Kota Mataram. ”Masing-masing punya plus minusnya,” ujar Dokter Jack, sapaan karibnya.
Dari ketiga lokasi tersebut, MXGP berpotensi digelar di eks Bandara Selaparang. Peluangnya bahkan mencapai 99 persen. Hanya tinggal menunggu rilis resmi dari penyelenggara MXGP seri Indonesia, yakni SEG.
Jack mengatakan, IMI NTB telah menginventarisir seluruh sarana dan fasilitas di masing-masing venue. Dokumen tersebut kemudian diserahkan ke SEG, sehingga bisa dipertimbangkan mengenai pemilihan lokasi balapan MXGP Lombok
”Kemungkinan besar di eks (bandara) Selaparang karena beberapa pertimbangan Infront,” ungkapnya.
Pembangunan sirkuit di eks Bandara Selaparang direncanakan dimulai setelah Ramadan. Karena masih menunggu desain tata letak sirkuit dari Infront. ”Habis bulan puasa ini baru mulai bangun,” tutur Jack. (dit/r5) Editor : Rury Anjas Andita