Sekda NTB Lalu Gita Ariadi menyebut banyak menerima keluhan naiknya tiket pesawat menuju Lombok. Terutama saat momentum long weekend sekarang ini, dengan sejumlah kegiatan skala nasional dan internasional di Pulau Lombok.
”Betapa harus kerja keras lagi mengatasi keluhan soal sulitnya akses dari dan ke NTB,” kata Gita.
Pada akhir pekan ini, di Kota Mataram akan digelar balapan MXGP. Dengan target jumlah penonton mencapai 100 ribu orang. Sebelum balapan, panitia penyelenggara telah menggelar pesta rakyat dengan menghadirkan band Dewa 19.
Sayangnya, terjadi kenaikan tiket pesawat yang cukup tinggi. Misalnya untuk rute penerbangan Jakarta-Lombok di akhir pekan ini bisa tembus hingga Rp 1,5 juta. Padahal, harga normalnya di kisaran Rp 800 ribu. Begitu juga untuk rute Bali-Lombok yang mencapai lebih dari Rp 1 juta saat perhelatan MXGP.
Gita menyebut Dinas Perhubungan telah merespons naiknya harga tiket pesawat tersebut. Yakni melakukan koordinasi dengan PT Angkasa Pura I maupun maskapai penerbangan. Dengan harapan ada peluang untuk menambah penerbangan di masa-masa long weekend atau ketika ada event.
”Kami harapkan ada banyak orang luar daerah yang datang dan menonton balapan MXGP di Kota Mataram ini,” harap Gita.
Sementara itu, pebalap MXGP yang telah hadir di Kota Mataram disambut dengan gala dinner di Taman Sangkareang, Kamis malam (29/6). Gubernur NTB Zulkieflimansyah menyampaikan selamat datang kepada riders dan kru MXGP yang akan bertanding di Sirkuit Selaparang pada 1-2 Juli 2023.
”Minggu lalu saya juga menyambut pembalap di Sumbawa karena merupakan bagian dari NTB dan kami sangat beruntung telah menyaksikan balapan yang sangat bagus di Sirkuit Samota,” tutur Bang Zul.
Ia juga menyampaikan bahwa event MXGP memperkenalkan Provinsi NTB kepada seluruh dunia. Banyaknya berita nasional maupun internasional hadir, sehingga memberikan kesempatan bagi NTB untuk dikenal dunia.
”Nikmatilah balapan akhir pekan ini di Pulau Lombok dan tentu kemarin di Pulau Sumbawa, semoga seluruh pebalap akan kembali lagi,” harapnya. (dit/r5) Editor : Rury Anjas Andita