BBPOM di Mataram melibatkan anggota gerakan pramuka Kwartir Cabang Kota Mataram dan Lombok Barat. Tema yang diusung “Badan POM Mendukung Produksi dan Konsumsi Berkelanjutan Obat dan Makanan untuk Indonesia Maju”.
Kegiatan diawali dengan senam pagi bersama anggota pramuka, pegawai BBPOM di Mataram dan masyarakat umum.
Kepala Bagian Tata Usaha BBPOM Mataram Sumiaty Haslinda mengatakan, dalam rangka mewujudkan masyarakat yang cerdas dan mampu melindungi diri sendiri dari obat dan makanan berbhaya, pihaknya menggandeng gerakan pramuka. Organisasi ini dianggap terstruktur yang memiliki anggota dengan jumlah yang besar sekitar 22 juta di seluruh Indonesia.
“Kerja sama antara BPOM dan Kwarnas Gerakan Pramuka telah terjalin sejak tahun 2017,” kata Sumiaty dalam sambutannya di Taman Sangkreang, Kota Mataram, Jumat (14/7).
Ia melanjutkan, BPOM dan Kwarnas Gerakan Pramuka telah menandatangani Nota Kesepahaman tentang Pemberdayaan Potensi Gerakan Pramuka dalam Peningkatan Keamanan Obat dan Makanan. Sejak saat itu, Pramuka telah terlibat dalam kegiatan pemberdayaan yang dilakukan BPOM, seperti Pramuka Sadar Pangan Aman (Pramuka Sapa), Kader Pramuka Peduli Obat dan Pangan Aman, dan pembentukan Satuan Karya Pramuka Pengawasan Obat dan Makanan (SAKA POM).
Di NTB saat ini sudah terbentuk pengurus mabisakadan pinsaka tingkat daerah, dan akan dilanjutkan dengan pembentukan pengurus SAKA POM di tingkat Kwarcab. “Tujuan dibentuknya Saka POM adalah untuk memberi wadah pendidikan dan pembinaan bagi para pramuka penegak dan pandega untuk menyalurkan minat dan mengembangkan bakat, kemampun dan pengalaman dalam bidang pengawasan obat dan makanan,” harapnya.
Para anggota pramuka yang telah mengikuti kegiatan tersebut diharapkan memiliki wawasan yang terupdate, pengetahuan, keterampilan, pengalaman dan kecakapan dalam dalam bidang pengawasan obat dan makanan khususnya terkait tiga krida yang ada serta dapat menjadi bekal kehidupanuntuk mengabdi pada masyarakat, bangsa dan negara serta membantu pemerintah dalam penyelenggaraan pengawasan berbasis masyarakat.
“Kami ingin memperkenalkan rintisan SAKA POM dan krida-krida yang ada serta mengkampanyekan tentang keamanan pangan. Sekaligus pada peringatan hari Lingkungan hidup ini kami mengajak kita semua dan seluruh generasi mudauntuk meningkatkan kecintaan dan kepedulian pada lingkungan hidup, dan mengajak kita semua secara bersama-sama untuk berkontribusi dalam mengurangi polusi sampah plastik,” imbaunya.
Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Pengendalian Pencemaran Lingkungan DLHK NTB, Firmansyah berharap kalangan muda yang saat ini menjadi peserta didik dapat mengkampanyekan buang sampah pada tempatnya dan memilah sampah sebelum dibuang ke tong sampah. Sampah-sampah yang dapat dikelola di Bumi Gora baru 54-55 persen sisanya masih masih menjadi pekerjaan rumah 45 persen untuk dikelola dengan baik.
“Mereka ini generasi penerus, kita berharap adik-adik ini menjadi duta dalam agen perubahan dan pengelolaan sampah,” harapnya.
Ia berpesan kepada masyarakat sebelum membuang sampah dapat memilah dan olah sampah dari sumbernya. Supaya sampah ini menjadi nol dampak negatif terhadap lingkungan. “Ayo kita dorong gerakan pilah dan olah sampah dari sumbernya,” imbaunya.
Ketua Tim Kerja Fungsi Informasi dan Komunikasi BBPOM Mataram Winartutik mengatakan, kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang dirangkaikan dengan penyebaran informasi keamanan obat dan makanan dengan memperkenalkan BPOM mobile untuk mengecek nomer registrasi dari BPOM.
Bukan hanya teori, para peserta juga diperkenalkan alat dan bahan serta demonstrasi pengujian bahan berbahaya pada makanan. Diharapkan peserta dapat menyebarluaskanluaskan informasi yang diperoleh kepada masyarakat di lingkungan sekitar.
Ia juga meminta konsumen untuk melakukan Cek KLIK sebelum membeli Obat dan Makanan yaitu cek kemasan, cek label , cek izin edar dan cek tanggal kedaluwarsa,” pesannya. (rizal/adv)
Editor : Baiq Farida