“Alhamdulillah setelah mengalami tiga kali kegagalan, tahun 2023 ini anak saya lulus jadi taruna,” ujar Muhammad Daud, ayah dari Muhammad Adzan.
Dikutip dari laman Dinas Pemuda dan Olahraga NTB dispora.ntbprov.go.id Muhammad Adzan tercatat dua kali menjadi utusan Provinsi NTB sebagai Paskibraka Nasional. Yakni tahun 2019 dan 2020.
Pada 2019, dia yang saat itu masih kelas X IPA di MAN 2 Kota Bima terpilih menjadi Komandan Kelompok (Danpok) Pasukan 17 pada upacara peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Negara Jakarta
Selanjutnya pada 17 Agustus 2020 mendatang, di tengah situasi pandemi Covid-19, pihak Istana Negara tetap menggelar Upacara Peringatan HUT Republik Indonesia. Namun jumlah Paskibraka yang terpilih tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, yakni hanya 8 orang dari 8 provinsi. Muhammad Adzan pun kembali terpilih dan dipanggil ke Istana Negara karena prestasinya pada upacara pengibaran bendera di HUT RI ke-74 tahun 2019.
Kepala Biro Sumber Daya Manusia (SDM) Polda NTB Kombespol Boro Windu Danandito mengatakan, jumlah calon taruna Akpol yang lulus dari NTB sesuai kuota yang diberikan Mabes Polri. Yakni 5 orang. Salah satunya Muhamad Adzan
“Sulitnya lulus menjadi taruna Akpol sebab banyak persyaratan dan tantangan yang harus dihadapi,” katanya.
Selain kecerdasan kata Windu, calon taruna Akpol harus memiliki fisik yang sehat, inteligensi dan memiliki kreativitas yang mumpuni untuk meraih predikat lulus.
Adzan merupakan buah hati pasangan Muhammad Daud dan Vivililiana yang beralamat di BTN Serata Kelurahan Paruga, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima. Sang ayah bekerja sebagai wiraswasta. (*/r1) Editor : Administrator