LombokPost-Jabatan Bupati Lombok Timur (Lotim) dan Wali Kota Bima akan berakhir 26 September. Untuk mengisi kekosongan sebelum terpilihnya kepala daerah yang baru, Kemendagri akan menunjuk satu orang Pj Bupati dan Pj Wali Kota.
Sudah ada tiga nama, masing-masing untuk Pj Bupati Lotim dan Pj Wali Kota Bima yang masuk ke Mendagri. Tahapannya pun telah masuk proses di Tim Penilai Akhir (TPA).
Informasi yang Lombok Post dapatkan, pada Senin (18/9), TPA sebenarnya akan menggelar rapat untuk menentukan siapa Pj bupati Lotim dan waki kota Bima. Namun rapat tersebut tertunda.
Dalam pelantikan Lalu Gita Ariadi sebagai Pj Gubernur NTB, Mendagri Tito Karnavian sempat menyinggung soal Pj Bupati Lotim dan Pj Wali Kota Bima. ”Untuk penjabat di Kota Bima dalam minggu ini kami akan proses di tim penilai akhir,” kata Mendagri Tito Karnavian usai melantik Pj Gubernur NTB, Selasa (19/9).
Meski demikian, terdapat dua nama yang dikabarkan sudah mengunci posisi sebagai Pj Bupati Lotim dan Pj Wali Kota Bima. Masing-masing adalah Sekda Lotim M Juaini Taofiq untuk Pj Bupati Lotim dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) NTB Mohammad Rum untuk Pj Wali Kota Bima.
Nantinya setelah diputuskan melalui Keputusan Presiden, Biro Organisasi Pemprov NTB akan menjemput SK Pj bupati Lotim dan wali Kota Bima ke Kemendagri. Setelah itu mereka akan menjalani pelantikan di Kota Mataram. (dit/r11/r5)
Editor : Rury Anjas Andita