”Keamanan ini penting karena bisa mencoreng nama baik pariwisata,” kata Kadispar NTB Jamaluddin.
Jamal mengungkapkan, ia sering mendapatkan laporan terkait dengan kasus kehilangan uang atau barang di kawasan wisata.
Tidak hanya berita kehilangan, kejadian tenggelam yang menyebabkan wisatawan tewas juga marak terjadi akhir-akhir ini.
Merespons sejumlah peristiwa tersebut, pemprov melalui Dispar akan mengintervensi dengan mengakomodasi polisi pantai atau coast guard dengan pengadaan satgas.
”Harus ada yang semacam satgas itu,” ujarnya.
Satgas di destinasi nantinya akan melibatkan jajaran TNI dan Polri. Juga ketua asosiasi pariwisata hingga kelompok sadar wisata (pokdarwis) setempat.
”Sudah didiskusikan dengan Polda dan Dir Pamobvit. Mudah-mudahan dalam tahun ini. Kita siapkan di tanah pemprov,” terangnya.
Selain satgas, Jamal berharap ada peran aktif dari masyarakat lokal. Yang bersama-sama menjaga destinasi.
”Local heronya adalah masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di kawasan pariwisata tersebut,” ucapnya.
Jamal juga menanggapi terkait dengan keluhan wisatawan asing yang kehilangan sejumlah barang dan uang USD 10 ribu. Korban saat itu sedang berlibur di Gili Trawangan, Lombok Utara.
Menurutnya, pihak hotel harus juga bertanggung jawab. Yang kemudian bisa ditindaklanjuti dengan serangkaian penyelidikan untuk mengungkap siapa pelakunya.
”Bisa dengan CCTV. Kalau saya sebagai tamu ya tuntut hotelnya kalau tidak bertanggung jawab,” katanya.
Apalagi para pegiat pariwisata, khususnya pengelola hotel pasti paham konsep Sapta Pesona.
”Kan itu mulai dari aman, bersih sampai kenangan agar wisatawan betah untuk tinggal dan ingin kembali lagi ke tempat wisata,” tandasnya. (cr-chi/r11)
Editor : Redaksi Lombok Post