Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Ajak Pemangku Kebijakan Aktif Lestarikan Bahasa Daerah

Yuyun Kutari • Selasa, 7 November 2023 | 06:54 WIB
Kepala Kantor Bahasa NTB Dr Puji Retno Hardiningtyas (dua dari kiri) berfoto bersama para pemangku kebijakan di tingkat kabupaten, kota dan provinsi NTB, usai penutupan FTBI, di Mataram, Senin (6/11).
Kepala Kantor Bahasa NTB Dr Puji Retno Hardiningtyas (dua dari kiri) berfoto bersama para pemangku kebijakan di tingkat kabupaten, kota dan provinsi NTB, usai penutupan FTBI, di Mataram, Senin (6/11).

 

 

 

LombokPost-Puncak program Merdeka Belajar episode Revitalisasi Bahasa Daerah, ditandai dengan susksesnya penyelenggaraan Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat provinsi NTB, yang berlangsung di Pulau Sumbawa tanggal 1-3 November, dan Pulau Lombok 4-6 November.

Kepala Kantor Bahasa NTB Dr Puji Retno Hardiningtyas mengatakan, FTBI secara umum difungsikan sebagai upaya merevitalisasi bahasa derah atau usaha pelestarian dan pengembangan bahasa daerah melalui penyaluran pengetahuan kepada generasi muda.

“Tujuannya untuk mendorong penggunaan bahasa daerah, dalam berbagai bentuk komunikasi sehingga bahasa daerah tersebut tetap hidup dan dapat diwariskan dengan baik,” terangnya, saat memberikan sambutan di penutupan FTBI Pulau Lombok, di teater utama Taman Budaya NTB, Senin (6/11).

Ia melanjutkan, secara khusus FTBI tingkat provinsi dilaksanakan untuk melihat hasil dari pengimbasan pelatihan guru master, dan peserta yang mengikutinya telah melalui proses penjaringan di tingkat kecamatan, serta kabupaten dan kota

“Selain itu, FTBI memberikan wadah generasi muda atau penutur muda untuk menumbuhkan kemampuan dalam bahasa daerah,” jelasnya.

Selama FTBI berlangsung, telah diikuti ratusan peserta. Di Pulau Sumbawa, FTBI diikuti 160 peserta jenjang SD dan SMP dari lima kabupaten dan kota, dengan bidang lomba diantaranya; membaca puisi, pidato, menulis cerpen, bercerita, komedi tunggal, dan sakeco Samawa dan Patu Mbojo.

Begitu juga di FTBI di Pulau Lombok, diikuti 141 peserta, terdiri siswa SD dan SMP di lima kabupaten dan kota se-Pulau Lombok, dengan bidang lomba; menulis aksara Sasak, membaca puisi bahasa Sasak, pidato bahasa Sasak, menulis cerpen bahasa Sasak, bercerita bahasa Sasak, komedi tunggal bahasa Sasak, dan nembang bahasa Sasak.

Menurutnya, FTBI tidak bisa dianggap lomba biasa, karena ada pesan penting yang disampaikan Kantor Bahasa NTB kepada pemerintah daerah di NTB. “Kami mengimbau dan mengajak serta mohon arahan seluruh pemerintah daerah, untuk aktif melaksanakan pelindungan dan pengembangan bahasa daerah, terutama bahasa Sasak, Samawa dan Mbojo di wilayah masing-masing,” tegas Retno.

Alasan dibalik ajakan kuat tersebut, tentu dalam menghidupkan bahasa daerah dan budaya, pemerintah dapat merangsang pertumbuhan ekonomi lokal, mempromposikan pariwisata, dan memperkuat identitas dan rasa kebangsaan di NTB.

“Melalui FTBI ini juga, mari kita memperat tali persaudaraan dan meningkatkan pemahaman antar budaya di NTB, ini juga memberikan kesempatan bagi setiap wilayah untuk merayakan keunikan budaya dan memperkenalkan masyarakat luas di Indonesia,” tandasnya.

Pj Gubernur NTB diwakili Staf Ahli Bidang Sosial dan Kemasyarakatan Izzudin Mahili mengapresiasi Kantor Bahasa NTB atas terselenggaranya FTBI tingkat provinsi. Ini menandakan semua pihak harus berperan aktif, dalam melestarikan, menjaga, dan mengembangkan bahasa daerah.

“Kami sangat berharap kedepannya, bisa mempromosikan dan menggunakan bahasa daerah ini, sebagai salah satu warisan budaya di NTB,” tegasnya.

H Lalu Martawang selaku Asisten I Setda Kota Mataram mengatakan, ada banyak kosakata dalam bahasa daerah yang dapat memperkaya bahasa Indonesia sebagai bahasa negara. Untuk itu, pelestarian bahasa daerah sangat penting. (yun)

Editor : Kimda Farida
#bahasa daerah #Sasambo #SAMAWA #Kantor Bahasa NTB #Sasak #NTB