LombokPost-Warga Provinsi NTB mulai bergerak dengan membentuk komunitas NTB For Palestine.
Mereka pun mengecam dan mengutuk serangan Israel ke Palestina. Ini merupakan dukungan agar Palestina dapat meraih kemerdekaan dan hentikan serangan keji dari Israel di Gaza.
Bahkan salah satu langkahnya melalui menggemakan gerakan boikot produk terindikasi pro Israel. Setelah adanya Fatwa MUI yang mengharamkan produk tersebut.
”Kami ada imbauan, salah satunya patuh terhadap keputusan MUI,” kata Inisiator NTB For Palestine M Arief Sanjani di salah satu hotel di Mataram.
Ia mengatakan Aksi Solidaritas Untuk Palestina juga melalui penggalangan dana yang seluruhnya akan didonasikan. Dimana ada beberapa produk dijual yang tujuannya untuk berdonasi. Harga T-Shirt Rp 100 ribu. Harga Topi Rp 50 ribu. Harga Syal Rp 50 ribu. Harga Jilbab Rp 50 ribu. Donasi ini pun dibuka dua sistem, ada donasi tunai dan non tunai.
”Non tunainya tadi sudah mencapai Rp 117 juta kurang dari 24 jam, jadi semua serba singkat semua cepat. Kita tidak ada target, berapa pun terkumpul semua akan didonasikan,” jelasnya.
Kegiatan mempersatukan semua golongan. Seperti pengusaha, tokoh, KMPI, BEM se-NTB dan dari influencer. Kegiatan tidak hanya penggalangan dana, ada doa bersama untuk warga Palestina. Aksi puncak ini akan dilaksanakan akhir bulan nantinya.
”Kami ingin gabung menjadi satu, jadi bisa bicara sama-sama atas dasar kemanusiaan dan keimanan. Semata-mata karena kita Islam,” tambahnya.
Ketua Panitia Hemas Tirta mengatakan kegiatan NTB For Palestine mengajak seluruh dunia, khusus NTB membantu saudara-saudara yang menjadi korban di Palestina. Ini juga sebagai bentuk support sistem ke Palestina dalam menghadapi gejolak yang ada saat ini.
”Goals kita 26 November nanti, akan turun ke jalan menyuarakan warga Lombok NTB bersama Palestina. Lakukan apa yang bisa kita lakukan,” ujarnya.
Sementara itu, Penceramah Kondang Habib Hasan Alaydrus menyerukan untuk mengirimkan doa bagi saudara-saudara di Palestina. Ia pun mengajak semua untuk bergerak bersama memberikan dukungan pada Palestina.
”Jangan minta dihilangkan ujian itu, tapi minta diluruskan ujian tersebut,” pesannya. (nur)
Editor : Redaksi Lombok Post