Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Kolaborasi, Selesaikan Masalah, dan Terbuka, Akademisi UNSA Apresiasi Kepemimpinan Miq Gite Melalui Program Jumat Salam

Halil E.D.C • Jumat, 17 November 2023 | 08:48 WIB

 

Pj Gubernur NTB H Lalu Gita Ariadi
Pj Gubernur NTB H Lalu Gita Ariadi

LombokPost - Strategi kepemimpinan yang dijalankan Penjabat Gubernur NTB Drs H Lalu Gita Ariadi, M.Si mendapatkan apresiasi positif dari berbagai pihak.

Salah satunya akademisi Universitas Samawa (UNSA) Dr Syafruddin. Ahli ekonomi yang juga mantan Rektor Universitas Samawa ini mengatakan, ada hal mendasar yang dibangun Miq Gite dalam memimpin Provinsi NTB.

“Dari kejauhan saya melihat hal ini dilatarbelakangi berbagai disiplin ilmu yang dimiliki Miq Gite,” kata Dr Syafruddin.

Dijelaskan Dr Syafruddin, sebagai penjabat gubernur yang memiliki latar belakang ilmu di bidang kebijakan publik, Miq Gita berusaha mewarnai kepemimpinannya dengan prinsip colaborative governance.

“Ini sangat terasa dan tercermin dalam kunjungannya ke desa-desa melalui program Jumat Salam,” katanya.

Apalagi tim yang turun ke desa-desa dalam program Jumat Salam melibatkan hampir seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) Pemprov NTB. Selain itu juga melibatkan media, BUMN, BUMD, pihak  swasta, bahkan juga mengikutsertakan akademisi.

“Ini praktik nyata colaborative governance berbasis pentahelix,” kata anggota Dewan Riset Daerah Provinsi NTB ini.

Menurut Dr Syafruddin, strategi kepemimpinan seperti ini akan membawa dampak pada terciptanya soliditas kolektif. Tidak hanya pada level pemerintah provinsi, pemkab/pemkot, kecamatan hingga desa namun juga dengan masyarakat dan lembaga di luar pemerintah.

 “Kalau merujuk kepada strategi permainan sepak bola, Miq Gita ini sepertinya berkiblat ke tim Panzer Jerman. Bermain dengan spirit kolektivitas. Semua berkontribusi tanpa bergantung kepada satu atau dua pemain bintang,” jelasnya.

Selain menjalankan prinsip colaborative governance, Miq Gita juga sedang menerapkan strategi yang fokus pada upaya penyelesaian masalah. Atau dalam manajemen publik disebut problem solved oriented.

Sambil mendengar dan memetakan persoalan yang dihadapi masyarakat, gerakan Jumat Salam yang dikomandoi langsung penjabat gubernur, juga melakukan aksi nyata untuk mengatasi masalah.

Seperti gerakan pangan murah (GPM), memberi bantuan air bersih, serta membeli produk UMKM pada setiap desa yang dikunjungi. “Walaupun kelihatan kecil, tapi dilakukan secara masif dan konsisten maka pasti akan berdampak positif. Inilah sesungguhnya makna program birokrasi berdampak,” katanya.

          Dr Syafruddin juga menyatakan melihat intensitas publikasi pemerintah di era Miq Gita ini juga meningkat signifikan. Semua OPD berlomba-lomba mempublikasikan kegiatan yang dilakukan sehingga diketahui secara luas oleh masyarakat.

Publikasi ini menurut Dr Syafruddin sangat penting. Selain bertujuan untuk mensosialisasikan aktivitas pemerintah, pola keterbukaan seperti ini mempersempit ruang bagi tersebarnya berita hoax di berbagai chanel media online maupun media sosial.

“Dengan pengalaman kehumasan yang dimiliki, sejauh ini saya melihat Miq Gita mampu membangun hubungan baik dengan media,” katanya.

Spirit kolaborasi, fokus pada penyelesaian masalah dan semangat keterbukaan adalah tuntutan dalam pengelolaan birokrasi modern. Jika hal itu dilaksanakan secara konsisten, maka penjabat gubernur NTB pasti akan mendapat dukungan dari masyarakat luas.

“Jangan terpengaruh oleh intrik dan intimidasi politik  segelintir orang. Sebagai pejabat dari latar birokrat, Mik Gita memiliki akseptabilitas yang tinggi dari semua kelompok. Semua bisa menerima Miq Gita, ini modal yang harus dimanfaatkan dengan baik,” kata Dr Syafruddin.

 

Jumat Salam

 

Sementara itu, hari ini program Jumat Salam akan dipusatkan di Kota Mataram. Seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) Provinsi NTB akan turun ke kelurahan di semua kecamatan.

Menurut Kepala Dinas Kominfotik NTB Dr Najamuddin Amy, M.M, kegiatannya diawali dengan salat Jumat di sejumlah masjid sekaligus silaturahmi dengan masyarakat, serta melakukan berbagai kegiatan sosial, termasuk gerakan pangan murah.

          Program Jumat Salam pertama kali dilaunching Penjabat Gubernur NTB Drs H Lalu Gita Ariadi, M.Si di Desa Kebon Ayu, Lombok Barat. Selanjutnya program ini digelar di Tana Samawa dan di Kabupaten Lombok Timur.

Menurut Penjabat Gubernur NTB HL Gita Ariadi, program Jumat Salam yang dilaksanakan dengan turun ke desa-desa, tujuannya untuk bertemu dan berdialog dengan masyarakat.

“Pemerintah turun ke desa untuk bertemu masyarakat. Berdialog dengan masyarakat. Mendengar secara langsung aspirasi masyarakat,”katanya.

Selain itu, dalam setiap kegiatan Jumat Salam, Pemprov NTB bersama Forkopimda secara bersama-sama melakukan berbagai kegiatan. Di antaranya menyosialisasikan penyambutan pesta demokrasi. Yakni menyukseskan pemilihan umum, pemilihan kepada daerah, dan pemilihan presiden.

Program Jumat Salam ini juga dilakukan sebagai wujud kehadiran pemerintah dalam menyelesaikan persoalan masyarakat di desa. “Kehadiran pemerintah di tengah masyarakat agar tercipta keadaan damai dan tenang. Agar program yang dilakukan pemerintah berjalan sesuai harapan,” jelasnya.

Pemerintah akan selalu hadir di tengah masyarakat desa untuk menyampaikan pesan-pesan program pemerintah pusat dan daerah. Seperti pengentasan kemiskinan ekstrim, stunting, inflasi, dan menciptakan kondisi yang aman dan damai.

Selain itu, dalam kegiatan Jumat Salam juga digelar bazar pasar murah sebagai salah satu upaya membantu masyarakat mendapatkan bahan pangan dengan cepat dan harga terjangkau. (lil)

 

Editor : Haliludin