Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Masuk Musim Hujan, Sembilan Kabupaten/Kota di NTB Masih Kekeringan

Sanchia Vaneka • Jumat, 24 November 2023 | 15:50 WIB

 

 

MASIH BERDAMPAK : Awal musim penghujan pendistribusian air masih terus dilakukan kepada masyarakat dampak kekeringan.
MASIH BERDAMPAK : Awal musim penghujan pendistribusian air masih terus dilakukan kepada masyarakat dampak kekeringan.
 

LOMBOK POST-Beberapa wilayah di NTB masih merasakan dampak kekeringan panjang kendati saat ini mulai memasuki musim hujan.

Kepala Pelaksana BPBD NTB Ahmadi mengatakan, dia dan jajaran terus melakukan pendistribusian air kepada wilayah terdampak.

“Hujannya baru beberapa kali jadi hanya menyapu permukaan. Belum bisa menambah air tanah. Kita tetap mengirimkan air ke masyarakat yang tidak memiliki sumber air bersih,” kata Ahmadi.

Ia menyebutkan pendistribusian air dilakukan karena beberapa wilayah dalam keadaan sumber air yang masih kering. Hujan yang terjadi masih belum menambah debit air pada sumur gali atau sumur bor. Dan itu terjadi di sembilan kabupaten/kota di NTB.

“Kami tetap melayani sembilan kabupaten itu. Hujannya masih bisa menubumhkan rumput saja,” ucapnya.

Diperkirakan pendistribusian air akan dilakukan sampai dengan Desember. Sesuai dengan ramalan BMKG yang mengatakan bahwa musim penghujan akan mulai di pertengahan Desember. Karena intensitas hujan saat ini pun masih kecil dan tidak kontinyu.

Ahmadi menyebutnya masa transisi yang mengurangi areal kekeringan. Namun penyaluran air bersih tetap dilakukan.

Realisasi distribusi air yang sudah dilakukan BPBD sudah 100 persen di Kabupaten Lombok Barat dan Kabupaten Sumbawa. Untuk kupaten lain masih dalam proses pendistribusian rutin. Dengan realisasi Kabupaten Lombok Tengah 61 persen. Kabupaten Lombok Timur 17 persen, Sumbawa Barat 90 persen, Kabupaten Dompu 50 persen dan Kabupatemn Bima 84 persen. Untuk Kabupaten Lombok Utara dan Kota Bima masih 0 persen.

Beryukurnya, dengan hujan ini para petani di ladang sudah bisa berspekulasi menebar bibit. Baik bibit jagung, padi gogo rancah atau membongkar tanah.

Menurut data BPBD NTB update kekeringan per 20 November ada 9 kabupaten/kota tedampak. Dengan 75 kecamatan dan 311 desa kelurahan. Ada 6 kabupaten/kota dengan status siaga darurat yakni Lombok Utara, Lombok barat, Lombok Tengah, Dompu, Bima, dan Kota Bima. Sedangkan tiga lainnya dalam status tanggap darurat. Yakni Lombok Timur, Sumbawa Barat, dan Sumbawa.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) NTB Ahsanul Khaliq juga mengatakan hal yang sama. Pendistribusian air akan tetap dilakukan karena masih banyak yang membutuhkan.

“Hujan ini belum ada dampak nya bagi pemenuhan air bersih masyarakat yang terdampak kekeringan,” kata Ahsanul Khaliq.

Ia memperkirakan pendistribusian akan dilakukan sampai Februari mendatang. Kecuali dengan Kecamatan Jerowaru yang didistribusikan air bersih sepanjang tahun. Dikarenakan tidak ada mata air atau saluran air di daerah itu.

Menurutnya, hal ini pasti ada solusi untuk menangani. Namun itu bukanlah ranah dari Dinsos NTB, melainkan tugas pemerintah Kabupaten Lombok Timur.

“Sebagian besar wilayah Jerowaru tidak ada mata air dan air sumur juga tidak ada. Saluran perpipaan sampai saat ini tidak ada,” bebernya.

Pada November ini Dinsos NTB mendistribusikan air di lima desa. Yakni Sekaroh, Labulia, Menggala, Kuranji Selatan, dan Seriwe. Total pendistribusian ada 70 ribu liter air.

Tidak hanya Dinsos NTB, namun dari pihak PMI, kepolisian, TNI, dan BPBD kabupaten/kota juga melakukan pendsitribusian air bersih. (cr-chi)

Editor : Kimda Farida
#distribusi air #musimhujan #Kekeringan #NTB