Jalan kerukunan tersebut diikuti lebih dari 15 ribu peserta, yang terdiri dari keluarga besar Kemenag dan tokoh lintas agama se-NTB.
“Harapan kita dari jalan kerukunan bisa menjadi ini salah satu cara merekat umat-umat yang ada di NTB,” terang Kepala Kanwil Kemenag NTB H Zamroni Aziz.
Kehadiran semua pihak termasuk tokoh lintas agama menandakan bahwa NTB adalah provinsi yang saling menghormati antar dan intern umat beragama. “Saya yakin NTB akan saling menghormati dan akan menjadi contoh bagi provinsi yang lain. Sekali lagi, saya juga yakin NTB aman, nyaman bagi para umat beragama,” jelas dia.
Untuk menjaga kerukunan antar umat beragama, ia mendorong seluruh ASN Kemenag harus menjadi garda terdepan. Bersama masyarakat, terus menjaga keutuhan dalam menjalani kehidupan berbangsa dan bernegara. “Cinta Indonesia dan cinta NTB,” ujarnya.
Ia memahami, dalam kehidupan bermasyarakat, perbedaan itu pasti ada. Namun harus ditanamkan bahwa ada satu tujuan yang harus dirawat adalah Bangsa Indonesia yang utuh dan merdeka.
“Saya harapkan, semuanya walaupun berbeda pilihan maupun beda partai, silakan, jangan sampai agama dijadikan bahan kampanye, agama jangan dijadikan politisasi agama,” terang dia.
Karenanya, Zamroni mengajak seluruh masyarakat NTB agar perbedaan dalam berpolitik itu harus disikapi dengan bijak. Terutama di momentum pesta demokrasi ini.
“Politik boleh berbeda, pilihan boleh berbeda, tetapi mari saling hormati antar umat beragama di daerah ini, kita jaga kondusifitas yang telah kita bangun lama ini, kedepankan sikap saling menjaga dan saling menghormati perbedaan,” tendasnya.
Direktur Kurikulum Sarana Kelembagaan dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Dirjen Pendis Kemenag RI Sigit Sulistiono berharap kerukunan antar umat beragama di setiap daerah termasuk di NTB terus terjaga, terjamin dan dikuatkan.
“Karena persyaratan untuk membangun bangsa ini, salah satunya adalah dari kerukunan, sehingga tanpa ada kerukunan tidak ada stabilitas dan pembangunan,” jelas dia.
Kemajemukan dan keberagaman di Indonesia adalah sunnatullah yang harus dijaga bersama, tidak ada indonesia tanpa ada persatuan, maka keragaman harus dirawat.
Ditanya tentang kondisi kerukunan di NTB, Sigit menyebut bahwa indeksnya semakin membaik. Ia berharap, dengan jalan kerukunan ini bisa menjadi contoh provinsi lain bahwa semangat yang dibangun adalah kerukunan antar umat harus mengutamakan semangat kebersamaan, tetap saling menghormati persamaan hak dan kewajiban serta saling menghargai perbedaan dalam berkeyakinan.
“Tugas menjaga kerukunan umat merupakan tanggungjawab bersama, guna mewujudkan kehidupan yang rukun, tentram, dan damai,” tandasnya. (yun)
Editor : Redaksi Lombok Post