LombokPost-Kampung Nelayan Modern (Kalamo) yang digarap Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI akan hadir di NTB.
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) NTB H Muslim, Kamis (8/2).
Keputusan itu berdasarkan hasil koordinasi, antara Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap (Ditjen Perikanan Tangkap) KKP RI, saat menggelar pertemuan penting dengan sejumlah kepala dinas kelautan dan perikanan provinsi, kabupaten dan kota di Indonesia, Rabu (7/2).
Tujuan dari pertemuan tersebut, untuk membahas calon lokasi Kalamo tahun 2024.
“Di pertemuan itu, dilakukan penandatanganan komitmen bersama antara Plt Dirjen Perikanan Tangkap KKP RI Tb Haeru Rahayu, dengan para kepala dinas kelautan dan perikanan tingkat provinsi serta kabupaten dan kota, yang lokasinya akan ditetapkan sebagai lokasi penataan Kalamo,” terang Muslim.
Adapun provinsi yang turut menandatangani dokumen tersebut antara lain Aceh, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Banten, Sulawesi Tenggara, NTT dan NTB.
Sementara itu, kabupaten yang terlibat mencakup Tuban, Banyuwangi, Rembang, Cilacap, Sukabumi, Pandeglang, Bireuen, Lombok Timur, dan Kota Pekalongan.
Dalam konteks Provinsi NTB, Kalamo rencananya akan dibangun di Desa Ekas Buana, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur.
Kalamo adalah upaya pemerintah untuk mengubah wajah kampung nelayan tradisional menjadi modern dilengkapi dengan sejumlah fasilitas pengusahaan perikanan modern yang dapat meningkatkan produktivitas, kompetensi masyarakat dan pertumbuhan ekonomi.
Ekas Buana merupakan desa yang terletak di pulau lombok bagian selatan.
Potensi bahari yang dimiliki sangat mendukung sebab berada di kawasan teluk parairan.
Karena itu, dengan hadirnya Kalamo diharapkan dapat mengubah ruang hidup dan sosial nelayan menjadi lebih produktif, dan mandiri melalui pembangunan infrastruktur serta peningkatan kapasitas masyarakat dengan menerapkan social engineering.
“Tahun ini menjadi momentum penting dalam pembangunan Kalamo dengan dua pendekatan utama, yaitu sentra nelayan modern terintegrasi dan sentra kuliner seafood,” jelas Muslim.
Hal tersebut menunjukkan komitmen pemerintah dalam memberdayakan sektor perikanan melalui inovasi dan pemberdayaan masyarakat pesisir untuk mencapai kesejahteraan yang berkelanjutan. (yun)
Editor : Redaksi Lombok Post