LombokPost--Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus memastikan stok BBM dan LPG di Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam kondisi aman memasuki bulan Ramadan.
Monitoring berkala terkait ketersediaan stok dilakukan di sejumlah agen serta pangkalan resmi Pertamina.
“Pasokan BBM dan LPG aman di setiap Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dan pangkalan resmi di NTB selama bulan Ramadan hingga pascaIdul Fitri,” kata Area Manager Communication, Relation and CSR Pertamina Patra Niaga Region Jatimbalinus Ahad Rahedi dalam keterangan resminya, Kamis (21/3).
Dia menjelaskan, distribusi ke seluruh SPBU di NTB selama bulan Ramadan terpantau normal dan lancar.
“Konsumsi bahan bakar minyak (BBM) dan LPG di NTB diprediksi mengalami peningkatan selama Ramadan tahun ini,” ujarnya.
Peningkatan tersebut disebabkan oleh bertambahnya konsumsi masyarakat, terutama terhadap LPG baik itu subsidi maupun non subsidi dibandingkan konsumsi normal harian.
“Berdasarkan proyeksi kami memang ada kenaikan. Proyeksi konsumsi BBM untuk masa Ramadan Idul Fitri (RAFI) untuk Gasoline (Pertalite, Pertamax, dan Pertamax Turbo) meningkat 5,9 persen terhadap konsumsi normal harian dari sebelum Ramadan yaitu bulan Januari 2024 yakni 1.478 KL per hari. Untuk LPG terdapat kenaikan sebesar 8 persen dari konsumsi normal harian sebesar 443 metrik ton perhari,” beber Ahad.
Untuk memastikan pemenuhan kebutuhan atas proyeksi peningkatan konsumsi tersebut, Pertamina memastikan kehandalan operasional di Terminal BBM dan LPG, mobil tangki untuk pendistribusian hingga SPBU dan SPBE.
“Atas dasar proyeksi kenaikan konsumsi tersebut kami mempertebal stok tiap harinya tergantung prediksi lonjakan konsumsi harian,” imbuhnya.
Meskipun konsumsi BBM dan LPG terdapat kenaikan, konsumsi total Gasoil (Bio Solar, Dexlite, Pertamina Dex) diprediksi akan turun sebesar 9 persen terhadap konsumsi normal harian bulan Januari 2024 sebesar 457 KL per hari.
“Penurunan untuk Gasoil ini dikarenakan adanya larangan melintas untuk truk logistik dan juga berhentinya aktivitas industri jelang dan pasca lebaran, sedangkan konsumsi avtur diprediksi akan naik 20 persen terhadap konsumsi normal harian 65 KL per hari,” jelas Ahad.
Sebagai informasi untuk stok LPG per 20 Maret 2024 sebesar 2.870 metrik ton atau hampir 8 kali lipat konsumsi normal harian.
Untuk BBM Gasoline (bensin) mencapai 12.125 KL atau 6 kali lipat konsumsi normal harian.
Sedangkan Gasoil (diesel) sebesar 12.836 KL atau hampir 7 kali lipat konsumsi normal harian dan untuk Avtur 1.673 KL atau 25 kali lipat konsumsi normal harian.
Seperti pada tahun-tahun sebelumnya, Pertamina juga memberikan layanan tambahan selama masa Ramadan Idul Fitri.
Diantaranya penyediaan layanan khusus dalam rangka mendukung kenyamanan dan keamanan pengendara selama periode tersebut.
Contoh layanan yang dimaksud, penguatan stok/build up stok BBM dan LPG serta menyiagakan layanan SPBU kantong yang berada di 4 titik yakni SPBU 5483311 Gerung (Lobar), SPBU 5583307 Rintam (Lobar), SPBU 5483508 Bil (Loteng) dan SPBU 5383612 Bagikpapan (Lotim).
Selain itu juga Pertamina menyediakan 4 titik layanan Motoris pengantar BBM melalui Pertamina Delivery Service (PDS) untuk konsumen yang membutuhkan pengantaran BBM pada kondisi emergency yang dapat diakses melalui panggilan ke nomor 135.
Pengendara dapat menyebutkan wilayahnya, dan motoris terdekat akan segera mendatangi konsumen tersebut.
Untuk layanan Motoris di NTB terdapat di SPBU 5483304 Meninting Senggigi (Lombok Barat), SPBU 5483202 Kekalik (Mataram), SPBU 5483508 Bandara Bil (Lombok Tengah) dan SPBU 5484301 KM4 (Sumbawa).
Berbagai promosi produk, juga ditawarkan kepada masyarakat, termasuk keuntungan seperti double poins di MyPertamina dan bonus e-voucher MyPertamina selama bulan Maret sampai April 2024.
Pertamina terus bersinergi bersama dengan instansi terkait, pemerintah daerah serta aparat penegak hukum dalam rangka melakukan pengawasan dan penertiban kepada masyarakat serta pengamanan penyaluran di masa Ramadan dan Idul Fitri di wilayah NTB.
Tujuannya agar penyaluran BBM dan LPG khususnya produk subsidi dapat berjalan lancar dan dinikmati oleh masyarakat yang berhak.
Pertamina berkomitmen untuk memberikan pelayanan yang optimal dan membantu pengendara yang memerlukan bantuan selama Ramadan dan Idul Fitri.
Masyarakat diimbau bijak dalam menggunakan BBM dan LPG bersubsidi sesuai dengan kebutuhan dan peruntukkan. (ksj)
Editor : Kimda Farida