LombokPost-Menko Marvest Luhut Binsar Pandjaitan mengunggah video terkait Tan Suo Yi Hao, kapal induk dari kapal selam berawak yang sudah berhasil melakukan penyelidikan ilmiah laut dalam di Palung Mariana.
Kapal riset yang memiliki panjang 94,45 meter dan lebar 17,9 meter, dengan mesin utama 12.000 tenaga kuda dan jangkauan 10.000 mil laut.
Rencananya kapal juga akan melakukan kegiatan riset yang berlokasi di Samudera Hindia barat Sumatera dan selatan Jawa, Bali dan Lombok, yang merupakan salah satu palung terdalam di Samudera Hindia dengan kedalaman mencapai sekitar 7.192 meter.
"Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, laut Indonesia belum sepenuhnya di eksplorasi," kata Luhut melalui akun IG miliknya.
Untuk dapat mengeksplorasi laut terdalam nusantara bukan hal yang mudah, dibutuhkan teknologi yang canggih dengan biaya yang cukup besar.
Karena itulah melalui perwakilan BRIN dan beberapa Universitas di Indonesia, kami bekerja sama dengan Institute of Deep Sea Science and Engineering – China Academy of Sciences (IDSSE-CAS) Tiongkok.
Misi riset ini adalah memanfaatkan Kapal Riset Tan-Suo-Yi-Hao dengan membawa wahana kapal selam berawak (HOV) Fendhouze, yang dapat menyelam hingga kedalaman 11.000 meter.
"Sekaligus memecahkan rekor penyelaman terdalam yang akan dilakukan oleh Indonesia," ujar Luhut.
Sembari membangun kapabilitas teknologi riset laut dalam Indonesia, pihaknya berkolaborasi dengan negara lain untuk mengeksplorasi laut terdalam di Palung Jawa.
Ada satu hal yang membuat saya takjub yakni tim tersebut berhasil mengumpulkan sejumlah besar sampel yang diambil dari gambar dan video definisi tinggi lewat HOV Fenfouzhe.
Sampel-sampel ini punya banyak potensi untuk diteliti, dari mulai megathrust, aplikasi di obat-obatan, dampak perubahan iklim, dan lainnya.
"Saya berharap riset ini mampu menemukan potensi produk dan solusi inovatif untuk bidang-bidang seperti kedokteran atau bio-teknologi, dan yang paling penting adalah peluang untuk mempelajari potensi gempa dan tsunami dalam kaitannya dengan sistem penanggulangan kebencanaan," ujarnya.
Dengan demikian, manfaat dari semua sisi baik ekonomi, pengembangan teknologi, bahkan keberlanjutan pelestarian lingkungan akan dinikmati oleh anak cucu kita di masa mendatang. (hiu)
Editor : Prihadi Zoldic