LombokPost-Lebih dari 1.600 penumpang yang melakukan perjalanan mudik Lebaran, telah bergerak dari Terminal Mandalika. Mereka kebanyakan penumpang bus Angkutan Kota Dalam Provinsi (AKD) yang mencapai 1.200 orang dan sisanya penumpang Angkutan Kota Antar Provinsi (AKAP).
”Kalau dari penjualan tiket sudah ada lonjakan dan ini memang dominasi bus-bus AKDP,” kata Kepala Terminal Tipe A Mandalika Marthen Tanone, saat ditemui Lombok Post, Kamis (4/4).
Pihaknya memprediksi lonjakan penumpang akan terjadi H-4 dan H+3 libur Lebaran. Mereka akan dilayani 125 bus AKDP dan AKAP. ”Ini bisa kita katakan adalah puncaknya arus mudik dan arus balik,” ujarnya.
Untuk persiapan mudik Lebaran tahun ini, tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya. Yaitu menyiapkan posko terpadu, selain pihak keamanan, ada tim kesehatan dari dinas kesehatan dan Badan Narkotika Nasional (BNN).
Hanya saja, dengan kondisi Terminal Mandalika yang saat ini sedang berlangsung proses pembongkaran, karena ada proyek revitalisasi total dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub), jelas akan berdampak pada pelayanan terhadap penumpang.
Sehingga tidak sedikit dari Perusahaan Otobus (PO) yang mengangkut penumpang di pool masing-masing. Karena itu, jika berbicara pergerakan penumpang dari Terminal Mandalika saat arus mudik, diperkirakan hanya 5-7 persen, dari kondisi tahun lalu mencapai lebih dari 13 ribu orang. Sedangkan momen arus balik di angka lebih 14 ribu orang.
”Kalau terminal dalam kondisi normal, itu kami perkirakan peningkatan penumpang naik jadi 10 persen, nah kalau sekarang karena ada pembongkaran, peningkatan kami lihat hanya 5-7 persen, tapi nggak apa-apa, kondisinya memang seperti ini,” jelas Marthen.
Untuk memperlancar proses arus mudik Lebaran, bus yang ada tidak hanya dilakukan pemeriksaan melalui proses ramp check. Sopir dan kernet bus harus melalui proses pemeriksaan tes urine dari BNN.
”Ini bersifat wajib bagi seluruh sopir bus dan kernet di sini, mereka kami tegaskan bahwa pemeriksaan urine ini demi kenyamanan penumpang,” tandasnya.
Anggraeni selaku penyuluh Narkoba Ahli Madya BNN Provinsi NTB menegaskan, dalam rangka menjaga keamanan arus mudik, maka digelar pemeriksaan tes urine di Terminal Mandalika.
”Kami ada 12 orang dari BNN Kota Mataram dan provinsi yang tergabung dalam satu tim untuk pemeriksaan tes urine ini,” jelas dia.
Setiap tahun selama proses pemeriksaan tes urine, kerap ditemukan oknum sopir dan kernet yang mengkonsumsi narkotika. Karena mereka menganggap sebagai stimulan agar tetap terjaga dan tidak mengantuk selama perjalanan. Namun cara ini jelas keliru.
Baca Juga: Antisipasi Kerawanan Jelang Arus Mudik dan Lebaran, Polres Lobar Siagakan Tiga Posko
”Tapi ada efek lain yang akan membuat mereka celaka di jalan raya, ada disorientasi ruang dan waktu yang sering mereka alami,” jelasnya.
Terhadap hasil positif, BNN akan melakukan asesmen kepada yang bersangkutan, untuk mengetahui tingkat kecanduan. Setelah benar ada indikasi penyalahgunaan narkotika, maka kebijakannya, sopir atau kernet akan dilarang menjalankan tugas.
”Yang bersangkutan akan kami arahkan untuk direhabilitasi, dari hasil asesmen itu juga, kami akan bisa menentukan jenis terapi apa yang bisa kita berikan,” jelasnya.
Pemeriksaan tes urine tidak hanya berlangsung di Terminal Mandalika, namun akan menyasar ke Pelabuhan Lembar, Lombok Barat serta Pelabuhan Kayangan, Lombok Timur. (yun/r11)
Editor : Akbar Sirinawa