Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Komoditas Non Tambang NTB Tetap Diminati Pasar Luar Negeri, Dinas Perdagangan NTB Fokus Tingkatkan Nilai Ekspor

Halil E.D.C • Rabu, 24 April 2024 | 13:37 WIB
Baiq Nelly Yuniarti, AP., M.Si
Baiq Nelly Yuniarti, AP., M.Si

LombokPost-Kelompok komoditas non tambang Provinsi NTB masih tetap diminati pasar luar negeri. Hal ini terlihat dari kenaikan permintaan yang cukup signifikan secara bulanan.

Berbagai komoditas non tambang tersebut, di antaranya; ikan dan udang (udang putih dan lobster batu); perhiasan/permata (mutiara budi daya yang belum diolah); bahan kimia organik; dan buah-buahan.

Untuk terus meningkatkan nilai ekspor NTB, khususnya komoditas non tambang, Dinas Perdagangan Provinsi NTB telah menetapkan sejumlah program yang dijalankan selama tahun 2024.

“Kita jalankan sejumlah program untuk terus meningkatkan nilai ekspor,” kata Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTB Baiq Nelly Yuniarti, AP., M.Si.

Program tersebut, di antaranya program Desa Devisa, yakni kerja sama Dinas Perdagangan Provinsi NTB dan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI). Program ini bertujuan untuk memperbanyak sebaran Desa Devisa yang dapat dikembangkan melalui komoditas unggulan ekspor di satu wilayah.

Seperti Desa Devisa Mete di Kabupaten Lombok Utara. Desa Devisa Anyaman di Lombok Tengah. Desa Devisa Ikan di Kabupaten Lombok Timur. “Program ini memanfaatkan koperasi sebagai lembaga offtaker bagi UMKM yang tersebar di desa-desa,” kata Baiq Nelly.

Selain itu, Dinas Perdagangan NTB juga melakukan program bantuan pengiriman sampel ekspor. Yaitu membantu fasilitasi biaya pengiriman sampel ekspor bagi eksportir yang membutuhkan.

“Ada juga program Busines Matching antara UKM ekspor NTB dengan 5 ITPC dan Perwadag yang ada di 5 benua melalui online marketing yang mempertemukan buyer dan eksportir,” jelasnya.

Program selanjutnya yakni mengikuti pameran dagang internasional dan nasional yang representative baik di luar maupun dalam negeri. Tujuannya untuk memperkenalkan produk unggulan ekspor NTB.

Sebagai jendela promosi ekspor komoditas unggulan NTB, Dinas Perdagangan NTB juga membuat buku potensi ekspor NTB. Tujuannya untuk promosi kepada calon pembeli (buyer) yang potensial baik di dalam maupun luar negeri.

“Kita juga upayakan untuk terus memperkuat rantai pasok komoditas ekspor dengan melakukan identifikasi potensi ekspor di masing-masing kabupaten/kota di NTB dengan berbasis desa,”katanya.

Baiq Nelly menambahkan, pihaknya juga meningkatkan pemanfaatan fasilitas SKA bagi barang ekspor yang diterbitkan di IPSKA Provinsi NTB. Serta melakukan sinergi dengan seluruh stakeholder ekspor yang ada di NTB. Baik di pemerintahan, akademisi, dan dunia usaha untuk mempercepat laju akselarasi ekspor.

Keberadaan NTB Mall juga ikut dijadikan sarana untuk meningkatkan ekspor NTB. Yakni menjadikan NTB Mall sebagai agregator sekaligus oftaker bagi UMKM yang berniat ekspor namun belum memenuhi persyaratan ekspor.

Pihaknya juga menjalin kerja sama dengan pengusaha diaspora yang ada di luar negeri untuk memperluas pangsa pasar ekspor NTB terutama produk hasil UKM pangan. “Kita juga melakukan kegiatan peningkatan kapasitas SDM ekspor bagi UKM NTB,” katanya.

Sementara itu, untuk kegiatan impor, hampir seluruh impor NTB merupakan sarana pendukung untuk mendukung aktivitas kegiatan pertambangan. Sehingga pengaruhnya terhadap aktivitas UMKM di NTB tidak begitu besar.

“Pemprov NTB terus menggencarkan Program Bela Beli Produk Lokal. Program tersebut merupakan kebijakan yang tepat untuk mendukung pertumbuhan ekonomi NTB terutama bagi UMKM,” katanya.

Ekspor Non Tambang

Sementara itu, berdasarkan data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) NTB, nilai ekspor non tambang Provinsi NTB secara bulanan naik signifikan. Pada Maret 2024 total ekspor non tambang sebesar USD 2,26 juta. Jumlah ini naik 177,99 persen dibanding Februari sebesar USD 800.447.

Ekspor non tambang yang mengalami kenaikan di antaranya, komoditas ikan dan udang (udang putih dan lobster batu) USD 1.148.283. Tujuan ekspor adalah AS, Puerto Rico, Perancis, Malaysia, dan Singapura.

Selanjutnya komoditas perhiasan/permata USD 446.086 berupa mutiara budi daya yang belum diolah. Negara tujuannya yakni Jepang, Hongkong, AS, dan Vietnam. Komoditas garam belerang dan kapur (batu apung) sebesar USD 312.775 tujuan China, Vietnam, Korea Selatan, Pakistan, dan Singapura.

Sementara komoditas bahan kimia organik sebesar USD 209.042 dan buah buahan terutama manggis sebesar USD 51.797. Kedua kelompok komoditas ini dikirim ke India, Italia, dan China.

Sementara nilai impor Provinsi NTB secara bulanan mengalami penurunan. Dari Februari 2024 sebanyak 144,27 persen menjadi 46,56 persen pada Maret 2024 atau turun 67,73 persen.

Komoditas impor yang menurun di antaranya mesin-mesin/pesawat mekanik, mesin dan peralatan listrik, produk keramik, karet dan barang dari karet, plastik dan barang dari plastik. (lil)

 

Editor : Haliludin