LombokPost-PT Samota Enduro Gemilang (SEG) selaku promotor tidak bisa memaksakan diri, menggelar satu seri MXGP Indonesia 2024, di sirkuit Samota, Sumbawa Besar.
Ini karena warganet ramai-ramai melayangkan kekecewaan, atas keputusan bahwa dua seri balapan internasional itu terpusat di sirkuit Selaparang, Kota Mataram.
”Kami memahami reaksi warganet, tetapi keputusan ini sudah melalui berbagai diskusi dan pertimbangan,” terang Media Director of MXGP Indonesia Baiq Yulia.
Ia menyebut, animo riders, tim, dan official peserta MXGP Indonesia 2024 rupanya sangat tinggi.
Ini menyebabkan, jumlah pihak yang berpartisipasi bertambah.
Nah, kondisi ini rupanya tidak diimbangi dengan fasilitas yang didapatkan mereka.
Seperti akomodasi dan transportasi.
”Kita tahu di Sumbawa Besar sendiri sampai tahun ini, jumlah akomodasi atau penginapan tidak mengalami peningkatan, ini menjadi kendala kami,” ujarnya.
Kemudian dari sisi transportasi, PT SEG melihat frekuensi penerbangan langsung ke Sumbawa Besar masih sangat sedikit.
Belum lagi jumlah pesawat juga di kondisi yang serupa.
”Walaupun pesawat yang kita gunakan sebelumnya itu pesawat carter tetapi memang itu juga belum memadai,” jelas Yulia.
Belum lagi penonton dan penggemar berat MXGP yang datang dari belahan negara lain, dan berbagai daerah di Indonesia yang ingin menyaksikan event internasional tersebut.
Terlebih untuk satu seri MXGP Indonesia, PT SEG menargetkan jumlah penonton hingga 30 ribu orang.
”Kami paham bagaimana keputusan ini akan ada pro kontra, tetapi sekali lagi, kami tidak bisa memaksakan diri untuk menggelarnya di sana,” ujarnya.
Pelaksanaan MXGP Indonesia 2024 di sirkuit Selaparang akan berlangsung di tanggal 29-30 Juni dan 6-7 Juli.
Adapun proses pemindahan dan perubahan lokasi satu seri tersebu telah mendapatkan persetujuan berbagai pihak, termasuk Infront Moto Racing selaku promotor MXGP Internasional.
“Sudah kami komunikasikan terkait keputusan ini,” kata dia. (yun/r11)
Editor : Kimda Farida