LombokPost-Polemik renovasi Kantor Gubernur sejak awal memang terus terdengar.
Saat pembahasan oleh Badan Anggaran (Banggar) DPRD Provinsi NTB beberapa waktu lalu misalnya, sempat terjadi pro-kontra. Ada yang setuju, dan tidak setuju.
”Saat itu banggar membahas penetapan agenda prioritas daearah. Mengenai (renovasi) kantor terjadi dinamika di banggar," kata Wakil Ketua DPRD NTB Nauvar Furqoni Farinduan.
Akan tetapi pada akhirnya ditemukan kesepakatan, yaitu menyetujui rehab Kantor Gubernur.
Sehingga jika mengacu dari hasil rapat itu, mestinya pekerjaan itu tetap berlanjut.
”Cuma sudah disepakati dan saya masih ingat ada perdebatan panjang, berhari-hari," ujar Farin.
Akan tetapi jika dalam perkembangannya ada pihak-pihak yang menilai renovasi Kantor Gubernur belum terlalu mendesak, tidak masalah jika ditunda.
”Memang kalau ada ruang dan ada kebutuhan lain yang lebih mendesak, saya pikir tidak perlu (renov sekarang)," imbuh politisi Partai Gerindra itu.
Seperti yang diketahui, belakangan sebagian anggota DPRD meminta agar renovasi Kantor Gubernur ditunda. Ini karena proyek yang menelan anggaran Rp 40 miliar itu, ternyata masih dalam tahap perencanaan pemprov.
Informasi terakhir, hingga memasuki Juni, lelang fisik belum dilakukan.
Di samping itu, beberapa anggota dewan menilai, ada program lain yang jauh lebih mendesak dibiayai pemerintah.
”Kami di pimpinan DPRD mengacu sikap banggar terakhir. Tapi kalau dianggap renovasi ini menghambat agenda yang lain, tidak apa-apa bisa didiskusikan kembali," katanya.
Menurut Farin, tidak masalah jika Banggar memanggil TAPD untuk duduk bersama, untuk membahas ulang.
”Bisa, karena kita bicara mengenai APBD daerah. Formatnya kita masukkan dalam APBD perubahan tidak masalah. Dalam konteks itu, kita perlu membahas kembali biar tidak menganulir kesepakatan banggar," ujarnya lagi.
Sebelumnya, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda NTB Fathul Gani menyampaikan, saat ini masih proses perencanaan. Dia juga membenarkan kalau hingga saat ini lelang fisik belum dilakukan.
”Perencanaan harus teliti. Memang lama, namanya juga pekerjaan besar,” terangnya.
Dalam perencanaan awal, lelang fisik gedung sudah mulai dimulai akhir Mei.
Sedangkan pembangunan ditargetkan berlangsung Juni atau paling lambat Juli dengan durasi pengerjaan sampai akhir tahun 2024. Tetapi faktanya, meleset dari perencanaan awal itu. (bib/r11)
Editor : Kimda Farida