LombokPost-Untuk mengatasi krisis air bersih di musim kemarau, Dinas Sosial (Dinsos) NTB juga turun mendistribusikannya ke sejumlah wilayah terdampak.
“Armada di kantor dinsos provinsi ada 4 truk tangki dengan kapasitas 5 ribu liter per unit,” terang Kepala Dinsos NTB H Ahsanul Khalik, Kamis (4/7).
Selama penanganan bencana kekeringan, daerah yang masih menjadi prioritas Dinsos NTB adalah semua kecamatan di Lombok Utara, di Lombok Barat (Lobar) tersebar di beberapa desa di Kecamatan Gunungsari Sekotong.
Berikutnya, Lombok Tengah (Loteng) wilayah Selatan.
Distribusi air bersih juga mencakup wilayah terdampak kekeringan di Lombok Timur (Lotim).
“Ini merata,” kata dia.
Untuk pulau Sumbawa, kata Khalik, distribusi air bersih telah ditangani dinsos masing-masing kabupaten dan kota.
“Karena sudah ada juga mobil tangki masing-masing,” sambungnya.
Diakuinya, permintaan distribusi air bersih ke Dinsos NTB telah dimulai sejak awal Mei lalu.
“Wilayah Lotim dan Loteng, tetapi saat itu masih satu, dua desa, tetapi sekarang udah mulai banyak yang minta distribusi air,” jelas pria asal Lotim ini.
Seiring dengan berlangsungnya kondisi kekeringan di kemarau tahun ini, Dinsos NTB akan bekerja lebih keras lagi untuk mendistribusikan air bersih dimulai dari September 2024 hingga Januari 2025.
“Kita akan full nanti pada periode tersebut, dan ini semuanya akan dilakukan secara bergilir di semua wilayah, dan pada prinsipnya dinsos akan siap dengan kemampuan yang ada,” tegas Khalik.
Dirinya juga mengungkapkan, dalam distribusi air bersih ke masyarakat, Dinsos NTB tidak sendiri, ada gotong royong dari pihak ketiga melalui CSR BUMN dan BUMD.
Sementara itu, Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I NTB Nuga Putrantijo telah merilis peringatan dini kekeringan meteorologis berdasarkan monitoring, analisis dan prediksi curah hujan dasarian. (yun/r11)
Editor : Kimda Farida