Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Hendak Kembali ke Indonesia, Dua Jamaah Haji Asal Lotim dan Lobar Meninggal di Tanah Suci

Yuyun Kutari • Sabtu, 6 Juli 2024 | 11:50 WIB
SELAMAT DATANG KEMBALI: Para jamaah haji Kloter 6 asal Lotim, Sumbawa Barat dan Sumbawa saat tiba di Asrama Haji Debarkasi Lombok, di akhir Juni lalu. (KANWIL KEMENAG NTB FOR LOMBOK POST)
SELAMAT DATANG KEMBALI: Para jamaah haji Kloter 6 asal Lotim, Sumbawa Barat dan Sumbawa saat tiba di Asrama Haji Debarkasi Lombok, di akhir Juni lalu. (KANWIL KEMENAG NTB FOR LOMBOK POST)

LombokPost-Kabar duka kembali datang dari jamaah haji asal NTB. Dua jamaah haji asal Bumi Gora meninggal dunia di Tanah Suci. 

Ketua Tim Bina Haji Reguler dan Advokasi Haji Kanwil Kemenag NTB HM Syukri Safwan mengungkapkan jamaah meninggal dunia tersebut atas nama Aemun Amaq Rumiah, berusia 73 tahun asal Sikur, Lombok Timur (Lotim). 

”Nama almarhumah tercatat di kloter (kelompok terbang, Red) 10," terangnya, Jumat (5/7). 

Aemun Amaq Rumiah meninggal di ruang tunggu Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah, pukul 16.40 waktu setempat, Kamis (4/7), ketika proses penerbangan kembali ke Tanah Air.

Penyebab meninggal adalah serangan jantung.

”Almarhumah sempat ditemukan pingsan di kamar mandi Bandara AMAA, dan setelah dilakukan penanganan, beliau dinyatakan meninggal dunia dan dimakamkan di Tanah Suci," kata dia.

Berikutnya, jamaah haji kloter 07 atas nama Arpan Sudirman, berusia 66 tahun dikabarkan meninggal dunia.

Jamaah haji asal Desa Kedaro, Kecamatan Sekotong, Lombok Barat (Lobar), meninggal dunia di Rumah Sakit (RS) King Abdul Aziz Makkah, pukul 19.45 waktu setempat, Kamis (4/7). 

Penyebab meninggal adalah sakit paru-paru obstruksi kronis.

Syukri menjelaskan jamaah haji yang meninggal dunia diberikan asuransi sebesar Rp 58 juta atau setara dengan jumlah nominal Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) sesuai embarkasi.

Jamaah meninggal dunia yang disebabkan kecelakaan, diberikan asuransi 2 kali lipat dari nominal BPIH, yakni asuransi jiwa dan asuransi kecelakaan. Pembayaran asuransi diurus dan diselesaikan Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Dirjen PHU) Kemenag RI

Plt Kepala Bidang PHU Kanwil Kemenag NTB H Azharuddin mengungkapkan sampai saat ini tercatat sudah lima jamaah haji asal Bumi Gora yang dinyatakan meninggal dunia di Tanah Suci. 

Sebelumnya, sudah terdata tiga orang. Rinciannya, atas nama Sakmah bin Amaq Muhirudin asal Selong, Lotim, meninggal dunia pada 30 Mei lalu, diakibatkan serangan jantung. Rumini Muhammad asal Lombok Tengah. Kemudian, Sade binti Amaq Ratnasih asal Lombok Tengah, dilaporkan meninggal dunia pada 21 Juni, akibat komplikasi. Ketiganya telah dikebumikan di Arab Saudi. (yun/r11)

Editor : Kimda Farida
#Haji #NTB #jamaah