Acara penutupan dihadiri pejabat utama Polda NTB, kepala SPN Polda NTB, kapolres/ta se-pulau Lombok, anggota Forkopimda Lombok Timur, para tokoh, serta para orang tua bintara Polri yang dilantik.
Penutupan pendidikan ditandai dengan prosesi pemasangan tanda pangkat, serta pengalungan medali oleh wakapolda selaku inspektur upacara, secara simbolis kepada tiga perwakilan bintara remaja.
Dilanjutkan pengucapan sumpah dan janji sebagai anggota Polri yang baru dilantik didampingi tokoh masing-masing agama, diakhiri penandatanganan sumpah dan janji Polri yang baru saja dibacakan.
Pada kesempatan itu, wakapolda menyampaikan tiga pesan. Pertama, mengingat status sebagai anggota Polri yang terikat dengan aturan.
“Kedua, jangan meremehkan apa pun yang ada di sekeliling. Dan ketiga, jangan memaksakan,” pesannya di hadapan bintara Polri yang baru saja dilantik.
Sementara, kepada para orang tua diminta mengikhlaskan serta terus memberikan doa dan suport, tidak melakukan intervensi dan desakan kepada putra putrinya.
“Berikan kepercayaan penuh kepada negara yang mengaturnya,” katanya.
Sementara itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam amanatnya yang dibacakan wakapolda NTB, mengatakan ada enam hal yang harus selalu dijaga bintara dan tamtama Polri.
Pertama, menjaga dan meningkatkan keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Kedua, memegang teguh Tribrata dan Catur Prasetya sebagai pedoman menjalankan tugas. Ketiga, senantiasa menjaga nama baik keluarga, institusi, daerah, bangsa, dan negara.
Keempat, jadilah panutan dan teladan untuk masyarakat. Kelima, jalin kebersamaan dengan TNI serta seluruh lembaga dan instansi serta masyarakat. Keenam, jadilah polisi pembela kebenaran untuk masyarakat.
Upacara dirangkaikan dengan penandatanganan berita acara penyerahan bintara remaja Polri oleh kepala SPN Polda NTB kepada kepala Biro SDM Polda NTB.
Acara ditutup dengan atraksi yang menunjukkan kemampuan para bintara Polri Batalyon Eka Panca Abirawa SPN Belanting Polda NTB. (*/r1)
Editor : Marthadi