LombokPost-Sebanyak 27 Provinsi di Indonesia akan ambil bagian di Teknologi Tepat Guna (TTG) Nusantara ke-25, yang diadakan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), mulai 14-18 Juli di Mataram, NTB.
Kepala Badan Pengembangan dan Informasi Kemendes PDTT Ivanovich Agusta mengatakan di TTG Nusantara ke-25 ini akan menampilkan berbagai inovasi dari desa.
“Di TTG ini, ada 27 teknologi unggulan yang dipamerkan dan 23 teknologi inovasi,” ujarnya di Mataram, Minggu (14/7).
Teknologi unggulan maksudnya teknologi yang telah memiliki sertifikasi sehingga langsung bisa diterapkan di tengah-tengah masyarakat atau diperjualbelikan.
“Kalau yang inovasi, itu hal-hal baru yang diperlihatkan,” ujarnya.
Di TTG Nusantara ke-25 ini bukan hanya fokus pada lomba inovasi, namun akan digelar seminar internasional bertajuk 2nd International Conference on Sustainable Rural Development' (ICSRD) di Ballroom Bank NTB Syariah.
Kemudian, rapat untuk memperkuat sinergi dan koordinasi terhadap kebijakan pemerintah pusat dan daerah hingga desa, dialog dan diskusi, serta lokakarya.
“Nanti juga ada temu bisnis, para pemenang TTG bisa berkomunikasi dengan para investor, biasanya sebelum itu, ada presentasi terlebih dahulu dari para pemenang ini,” terang dia.
Dari hasil temu bisnis tersebut, akan muncul berbagai macam transaksi. Ivanovich Agusta mengatakan target transaksi jual beli teknologi di TTG Nusantara ke-25 di NTB mencapai Rp 3,5 miliar. Lebih tinggi dari tahun lalu di totalnya angka Rp 3 miliar.
“Karena kegiatannya berlangsung tanpa jeda jadi kalau bisa targetnya Rp 3,5 miliar, ya sekitar Rp 1 miliar per hari,” jelasnya.
Selama kegiatan pameran teknologi, transaksi jual beli teknologi menjadi hal yang tidak terpisahkan. Biasanya nilai produk yang sudah dipamerkan akan melejit dari jumlah awal.
“Tahun-tahun sebelumnya memang seperti itu,” tandasnya.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendes PDTT Taufik Madjid mengungkapkan alasan mengapa pemerintah pusat menunjuk Bumi Gora, sebagai tuan rumah TTG Nusantara ke-25.
Ini karena NTB, dinilai sudah lebih maju dibandingkan daerah lain di Indonesia, khususnya dari segi penerapan teknologi tepat guna itu sendiri.
“Saya lihat sudah cukup maju, sudah cukup baik penerapan di NTB ini. Mudah-mudahan ada transaksi gagasan, berbagi pengalaman dan pengetahuan antara peserta untuk kemajuan desa-desa kita,” jelasnya.
Tentu saja hal tersebut adalah harapan pada setiap gelaran TTG. Bagaimana implementasi teknologi tersebut memiliki kontribusi untuk setiap daerah.
Terutama dalam hal pengembangan dan pemberdayaan masyarakat di desa, yang disesuaikan dengan potensi daerahnya masing-masing.
“Dari sini, akan berdampak terhadap pembangunan nasional, dan salah satu yang paling utama adalah ekonomi desa dapat lebih maju dan mandiri,” tandasnya.
Pj Gubernur NTB Hassanudin mengatakan kegiatan ini memiliki dampak baik, terutama bagi NTB sebagai tuan rumah. Bukan hanya meningkatkan perekonomian NTB, TTG bisa menjadi media bertukar informasi antar peserta, agar ke depannya lahir berbagai macam inovasi unggulan untuk daerahnya masing-masing. (yun/r11)
Editor : Kimda Farida