Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Pemda Diminta Bantu Pemasaran Produk Teknologi Tepat Guna di Wilayahnya

Yuyun Kutari • Selasa, 16 Juli 2024 | 15:35 WIB
INOVASI TIADA HENTI: Mendes PDTT H Abdul Halim Iskandar (tujuh dari kiri) didamping Pj Gubernur NTB Hassanudin (dua dari kanan) saat mengunjungi salah satu stand pameran. (KEMENDES PDTT)
INOVASI TIADA HENTI: Mendes PDTT H Abdul Halim Iskandar (tujuh dari kiri) didamping Pj Gubernur NTB Hassanudin (dua dari kanan) saat mengunjungi salah satu stand pameran. (KEMENDES PDTT)

LombokPost-Puluhan teknologi kategori unggulan dan inovasi dari berbagai provinsi di Indonesia, dipamerkan selama gelaran Teknologi Tepat Guna (TTG) Nusantara ke-25, yang terpusat di Ballroom Islamic Center, Mataram, Senin (15/7).

Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) H Abdul Halim Iskandar mengingatkan, berbagai macam TTG yang dihasilkan, jangan hanya difokuskan kepada upaya kolaborasi dari aspek ekosistem produksi teknologi.

Tidak kalah penting, pemerintah daerah (pemda) harus merancang sekaligus membangun ekosistem pemasaran TTG itu sendiri.

”Tentu saya berharap pada kesempatan ini, kita manfaatkan BUMDesa bersama, menjadi bagian dari upaya membangun kolaborasi dalam ekosistem pemasaran TTG ini,” terang dia.

Selain itu, pemda juga didorong untuk mendata semua TTG yang dihasilkan para inovator dari daerah sendiri, kemudian diinput ke dalam e-katalog, baik di tingkat lokal maupun nasional.

“Sehingga mudah dibeli secara resmi oleh pemda-pemda, dan pemdes lainnya dan juga pengusaha lokal yang membutuhkan,” jelas pria kelahiran 14 Juli 1962 ini.

Bagaimanapun, gelaran TTG dihajatkan pemerintah sebagai salah satu jembatan untuk menghubungkan sekaligus mempertemukan antara kebutuhan dan jawaban terkait pemanfaatan teknologi untuk mendukung segala aktivitas di berbagai sektor di daerah.

Seperti pertanian, pengembangan UMKM dan lainnya.

Menurut Mendes, membangun ekosistem pemasaran TTG adalah bagian yang tidak terpisahkan dan keberlanjutan akan hadirnya berbagai macam inovasi dari daerah.

Melalui pemasaran ini juga, akan mendorong meningkatnya nilai transaksi berbagai macam teknologi pada gelaran pada setiap gelaran TTG Nusantara.

“Jika nilai transaksi meningkat, itu berarti pembangunan ekosistem pemasaran TTG sudah semakin baik,” tandas Mendes.

Terpisah, Plt Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) NTB Lalu Suryadi mengakui, pemasaran produk TTG masih menjadi pekerjaan rumah (PR) pemda.

“Tinggal bagaimana membuat ini masuk de pasar nasional. Ini menjadi PR kita,” jelas dia.

Kendati demikian, pemprov tentu saja tidak berdiam diri. Agar produk inovasi tersebut masuk di e-katalog, terlebih dahulu dilakukan pendataan kemudian Brida NTB melakukan sertifikasi.

”Setelahnya, nanti kita lakukan test report di Brida. Kalau sudah kita lakukan tes, barulah kita masukkan di e-katalog, nanti semua orang bisa membeli, termasuk oleh perangkat daerah kita,” jelas dia.

Pj Gubernur NTB Hassanudin mengungkapkan TTG akan menjadi trigger untuk tumbuh kembangnya teknologi di Bumi Gora.

Memotivasi masyarakat untuk terus berinovasi dan mengembangkan teknologi yang dapat memberikan manfaat besar bagi daerah.

”Gelaran TTG ini sejalan dengan upaya Pemprov NTB untuk mensejajarkan diri mengejar era teknologi, karena TTG ini merupakan teknologi yang mudah dengan bahan baku yang tidak sulit diperoleh, serta biaya yang relatif terjangkau, dan memberikan solusi praktis untuk berbagai permasalahan sehari-hari,” jelasnya. (yun/r11)

Editor : Kimda Farida
#TTG #pemprov