Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Tinjau Smelter Tembaga AMMAN, Komisi VII DPR RI Optimis dengan Masa Depan Industri Pertambangan Indonesia

Marthadi • Selasa, 16 Juli 2024 | 18:33 WIB

Rombongan Komisi VII DPR RI didampingi Presdir AMMAN Rachmat Makkasau dan jajarannya saat meninjau smelter tembaga AMMAN di Sumbawa Barat, Senin (15/7).
Rombongan Komisi VII DPR RI didampingi Presdir AMMAN Rachmat Makkasau dan jajarannya saat meninjau smelter tembaga AMMAN di Sumbawa Barat, Senin (15/7).
LombokPost-Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Maman Abdurrahman optimis dengan masa depan industri pertambangan Indonesia.

Rasa optimis itu diungkapkan Maman setelah memimpin rombongan komisi VII meninjau langsung fasilitas smelter tembaga PT Amman Mineral Industri (AMIN), anak perusahaan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMAN) di Kabupaten Sumbawa Barat, Senin (15/7).

”Kami Komisi VII DPR RI melihat kemajuan proyek smelter tembaga AMMAN luar biasa,” kata Maman.

Menurutnya, AMMAN terbukti berkomitmen dalam investasinya dengan membangun smelter.

Saat ini pembangunan smelter yang merupakan salah satu proyek strategis nasional (PSN) sudah memasuki tahap komisioning.

”Saya punya keyakinan yang sangat luar biasa besar dengan terbangunnya smelter AMMAN ini terhadap masa depan industri pertambangan di Indonesia karena akan mendorong gairah investasi dalam segi hilirisasi,” ujarnya.

Kunjungan rombongan komisi VII didampingi langsung Presiden Direktur AMIN Rachmat Makkasau.

Pada kesempatan itu Rachmat memaparkan kemajuan smelter tembaga AMMAN yang telah mencapai 95,5 persen dari hasil verifikasi hingga 31 Mei 2024. Sementara 4,5 persen sisanya merupakan tahapan komisioning yang saat ini tengah berjalan.

Hasil ini menandakan telah tercapainya penyelesaian konstruksi fisik dan mekanis.

“Progres smelter tembaga AMMAN berjalan sesuai rencana,” katanya.

Rachmat menyampaikan, tahap komisioning sudah dimulai sejak 1 Juni lalu.

Pihaknya telah menerima Sertifikat Kesiapan Komisioning dari verifikator independen, yang menandakan smelter tembaga AMMAN telah memenuhi seluruh persyaratan untuk komisioning yang aman.

Baca Juga: Pemda Diminta Bantu Pemasaran Produk Teknologi Tepat Guna di Wilayahnya

Tahap komisioning dijadwalkan berlangsung selama 4-5 bulan.

Dalam tahapan ini, tungku smelter mulai dipanaskan dan konsentrat tembaga akan mulai dimasukkan ke smelter.

Produksi katoda tembaga pertama yang menandakan dimulainya operasional smelter dijadwalkan pada kuartal IV 2024.  

Sebelumnya, komisioning infrastruktur pendukung juga telah dilakukan sejak kuartal pertama 2024, seperti fasilitas penyediaan air bersih Desalination and Demineralization Water (DDW) serta fasilitas suplai oksigen dan gas nitrogen Air Separation Unit.

Sementara itu, ratusan karyawan juga telah selesai menjalani pelatihan secara ekstensif di Tiongkok selama lima bulan.

Itu untuk memastikan seluruh karyawan dibekali dengan keterampilan terbaik untuk mengoperasikan smelter dan memproduksi katoda tembaga beserta produk sampingannya dengan aman dan efisien.

Fasilitas smelter tembaga AMMAN memiliki total kapasitas input 900 kilo ton per tahun (ktpa) konsentrat dari tambang Batu Hijau dan tambang Elang di masa depan.

Produk dari peleburan ini akan berupa katoda tembaga yang mencapai 222 ktpa dan asam sulfat mencapai 830 ktpa. (*/r1)

Editor : Marthadi
#tembaga #industri #tambang #Smelter #Amman #dpr ri #komisi vii