Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Pj Gubernur Klaim NTB Nol Desa Tertinggal Berkat Pemanfaatan TTG yang Efektif

Yuyun Kutari • Rabu, 17 Juli 2024 | 17:45 WIB
HASIL INOVASI: Pj Gubernur NTB Hassanudin (tiga dari kanan) saat mendampingi Mendes PDTT H Abdul Halim Iskandar untuk melihat salah satu stand pameran produk.(BIRO ADPIM SETDA NTB FOR LOMBOK POST)
HASIL INOVASI: Pj Gubernur NTB Hassanudin (tiga dari kanan) saat mendampingi Mendes PDTT H Abdul Halim Iskandar untuk melihat salah satu stand pameran produk.(BIRO ADPIM SETDA NTB FOR LOMBOK POST)

LombokPost-Gelar Teknologi Tepat Guna (TTG) disebut mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

”Teknologi yang sederhana namun efektif dapat menjadi solusi bagi berbagai permasalahan yang kita hadapi, mulai dari pertanian, perikanan, kesehatan, hingga energi terbarukan,” ungkap Pj Gubernur NTB Hassanudin.

Dengan TTG ini, tidak hanya dapat meningkatkan produktivitas dan efisiensi, tetapi juga mendorong kemandirian ekonomi lokal.

Di Bumi Gora sendiri, berbagai inovasi TTG telah membawa dampak signifikan dalam berbagai sektor.

”Menciptakan lapangan kerja baru, terlebih mengurangi desa-desa tertinggal di NTB,” jelasnya.

Purnawirawan TNI AD ini mengklaim sudah ada bukti nyata, dari 1.021 desa di NTB, berdasarkan indeks desa membangun, pada 2022 jumlah desa tertinggal mencapai 55 desa.

Namun, pada 2023 desa tertinggal menunjukkan tren penurunan hanya tersisa 7 desa.

”Dan alhamdulillah di tahun ini, sudah tidak ada lagi desa tertinggal di NTB,” kata dia.

Bagi Pj Gubernur, hal tersebut menunjukan dengan pemanfaatan TTG yang efektif, desa-desa di Bumi Gora, dapat berkembang dengan baik dan berkontribusi pada pembangunan daerah.  

Beberapa hasil TTG di NTB salah satunya berupa desalinasi air laut menjadi air minum.

Teknologi ini memungkinkan penduduk setempat mengolah air laut menjadi air minum, sehingga meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan mereka.

Ada juga pengembangan energi terbarukan seperti panel surya dan mikrohidro di daerah-daerah terpencil dan tertinggal di NTB.

”Ini telah menyediakan sumber energi yang stabil dan ramah lingkungan, bagi masyarakat yang sebelumnya tidak memiliki akses listrik,” tegas Hassanudin.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Pemerintahan Desa Kependudukan dan Pencatatan Sipil (DPMPD Dukcapil) NTB Ahmad Nur Aulia untuk mengeluarkan desa dari status desa tertinggal.

Caranya, menelaah dan berkolaborasi dengan lintas sektor untuk mengintervensi setiap komponen dalam Indeks Desa Membangun (IDM) melalui program terukur. (yun/r11)

Editor : Kimda Farida
#Gubernur #desa