Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Ayo Ikut PIN Polio, Demi NTB Sehat dan Hebat, Hari Ini Digelar Serentak di Seluruh NTB

Halil E.D.C • Selasa, 23 Juli 2024 | 09:36 WIB
Dr. Hassanudin, S.IP.,MM
Dr. Hassanudin, S.IP.,MM

LombokPost-Mulai hari ini (23/7), pelaksanaan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio Tahap 2 akan digelar serentak di seluruh wilayah Provinsi NTB.

Pemberian dua tetes vaksin polio ini bertujuan untuk memutus mata rantai penularan virus polio. Sehingga semua balita dan anak-anak NTB akan terhindar dari infeksi virus yang bisa menyebabkan gangguan saraf pernapasan dan kelumpuhan permanen.

Penjabat (Pj) Gubernur NTB Dr. Hassanudin, S.IP.,MM mengajak seluruh masyarakat yang memiliki balita dan anak usia 0 sampai 7 tahun untuk membawa putra putrinya ke fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) dan tempat pelaksanaan PIN Polio terdekat.

Menurut Dr. Hassanudin, pemberian vaksin polio sangat penting untuk balita dan anak-anak agar terhindar dari penyakit polio. “Sukseskan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio, demi NTB Sehat, NTB Hebat,” katanya.

Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) Provinsi NTB Dr. dr. H. Lalu Hamzi Fikri, MM.MARS mengatakan, pencanangan PIN Polio serentak dilaksanakan di masing-masing kabupaten/kota se-Provinsi NTB bertepatan dengan Hari Anak Nasional (HAN) pada Selasa (23/7).

Untuk Kota Mataram, pencanangan PIN Polio dilakukan di Posyandu Amal Sejati 1 wilayah kerja Puskesmas Babakan dengan jumlah sasaran 102 anak. Kegiatan ini akan diikuti Pj Gubernur NTB Dr. Hassanudin NTB dan Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana.

Sementara untuk Kabupaten Lombok Barat digelar di Kantor Desa Labuapi, Posyandu Labuapi 1, dan Posyandu Labuapi 2, dengan jumlah sasaran 163 anak. Lombok Tengah dilakukan di Puskesmas Puyung dengan jumlah sasaran 200 anak.

Kabupaten Lombok Timur digelar di Puskesmas Sakra, Kecamatan Sakra Barat, dengan jumlah sasaran 130 anak. Lombok Utara melakukan pencanangan di SD 1 Gondang, Kecamatan Gangga dengan jumlah sasaran 62 anak.

Kabupaten Sumbawa melakukan pencanangan di Kantor Bupati Sumbawa dengan jumlah sasaran 300 anak. Wilayah Sumbawa Barat dilakukan di TK/PAUD HI Hariri Kompleks KTC dengan jumlah sasaran 150 anak.

Sementara Kabupaten Dompu pencanangan dilakukan di SDN 1 Dompu, wilayah Puskesmas Dompu Kota dengan jumlah sasaran 90 anak. Kabupaten Bima di Posyandu Kancil, wilayah Puskesmas Ambalawi dengan jumlah sasaran 220 anak. Dan Kota Bima melakukan pencanangan di SDN 07 Kota Bima dengan jumlah sasaran 100 anak.

Pencanangan PIN Polio di setiap kabupaten/kota tersebut juga akan dihadiri oleh bupati dan wali kota atau penjabat bupati dan walikota masing-masing.

Pelaksanaan PIN Polio di Provinsi NTB akan dilakukan dalam dua putaran dengan masing-masing putaran dilaksanakan selama satu minggu. “Putaran pertama dilakukan mulai 23-29 Juli 2024 dan putaran kedua akan dilaksanakan pada 6-12 Agustus 2024,” katanya.

Dr. Fikri menambahkan, secara umum PIN Polio Tahap 2 di Provinsi NTB yang dimulai 23 Juli 2024 telah siap. Pihaknya sudah menyiapkan 2.051.800 dosis vaksin polio tetes jenis novel Oral Polio Vaccine type 2 (nOPV2).

Vaksin tersebut telah didistribusikan ke semua kabupaten/kota, baik di fasilitas pelayanan kesehatan maupun sejumlah lokasi yang akan dijadikan tempat pelaksanaan PIN Polio.

“Vaksin tersebut disiapkan untuk 820.487 balita dan anak usia 0-7 tahun,” katanya.

Dari 820.487 balita dan anak yang menjadi sasaran imunisasi polio tersebut tersebar di semua kabupaten/kota di NTB. Rinciannya; Kabupaten Lombok Barat 111.835; Lombok Tengah 151.608; Lombok Timur 219.458; Lombok Utara 40.529; Kota Mataram 62.034; Sumbawa Barat 23.890; Sumbawa 71.563; Dompu 37.323; Kabupaten Bima 77.941; dan Kota Bima 24.570.

PIN Polio akan digelar di 1.022 desa dan 130 kelurahan yang tersebar di semua kabupaten/kota seluruh NTB. Lokasi pelaksanaan vaksinasi meliputi 37 Rumah Sakit, 175 Puskesmas, 562 Pustu, dan 6.707 Posbindu.

Tim yang beranggotakan tenaga kesehatan juga sudah siap di lokasi pelaksanaan PIN Polio. Vaksin polio akan diberikan dengan cara ditetes. “Vaksin polio ini bisa didapatkan secara gratis di Posyandu, Puskesmas, Rumah Sakit, atau fasilitas layanan kesehatan lainnya,” jelasnya.

Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi juga mengajak seluruh masyarakat untuk membawa balita dan anak ke tempat pelaksanaan PIN Polio untuk mengikuti vaksinasi.

Dr Eka mengatakan, Komnas Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) Pusat, bersama Komda KIPI NTB dan Kabupaten/Kota bersama 53 dokter anak yang ada di kabupaten/kota se-NTB siap mengawal pelaksanaan PIN Polio.

Hal tersebut dilakukan untuk menjawab kegelisahan dan kekhawatiran orang tua balita dan anak terkait kondisinya setelah menjalani imunisasi. “Gejala kejadian ikutan pasca imunisasi polio yang paling mudah dikenali adalah demam ringan, mual, dan diare,” katanya.

Dr Eka menyarankan agar jika ada balita dan anak yang mengalami gejala-gejala tersebut setelah imunisasi untuk segera melaporkannya ke fasilitas layanan kesehatan seperti puskesmas.

Pihak puskesmas nantinya akan meneruskan informasi tersebut ke Komnas KIPI kabupaten/kota untuk dilakukan evaluasi sebagai bahan analisis dan rekomendasi.

“Penyebab munculnya kejadian ikutan pasca imunisasi tidak selamanya disebabkan karena vaksin polio, tapi bisa juga karena penyakit bawaan,” katanya. (lil)

Editor : Haliludin