Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Program Zero Waste Pemprov NTB Diklaim Berdampak Positif

Galih Mega Putra S • Selasa, 23 Juli 2024 | 17:30 WIB
Julmansyah. (HABIBUL ADNAN/LOMBOK POST)
Julmansyah. (HABIBUL ADNAN/LOMBOK POST)

LombokPost-Gerakan zero waste yang digaungkan Pemprov NTB dalam beberapa tahun terakhir diklaim memberikan dampak positif dalam pengelolaan sampah.

Ini bisa dilihat dari berbagai respons terhadap program tersebut.

”Sekarang dari gerakan Zero Waste sudah banyak respons. Contoh paling mudah adalah Kota Mataram yang sudah membangun TPST sejak dua tahun terakhir," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) NTB Julmansyah. 

Respons lainnya juga bisa dilihat dari munculnya peraturan bupati (perbup) dan peraturan wali kota (perwali) terkait pembatasan kresek di retail-retail modern.

Julmansyah mengaku, di sejumlah kabupaten sudah melarang penjual menyediakan plastik sebagai bungkus barang belanjaan.

Dia mencontohkan di tingkat pemerintah kabupaten. Di antaranya sudah diberlakukan di Kabupaten Lombok Timur dan Kabupaten Lombok Barat.

"Pembeli harus membawa tas dari rumah, karena kasir tidak akan memberikan kresek," kata Julmansyah.

Hal ini berdampak besar terhadap berkurangnya sampah-sampah plastik. Sehingga ke depan, NTB bisa bebas sampah.

Zero Waste yang merupakan hidup untuk meminimalkan jumlah sampah yang dihasilkan setiap harinya, bukan hal yang tidak bisa diwujudkan. 

Zero Waste ini juga telah mendorong berbagai inovasi. Julmansyah mencontohkan dengan upaya pengelolaan sampah organik untuk menekan stunting.

"Kita bekerjasama dengan BUMN PT Pegadaian, yaitu mendorong melalui tanggung jawab sosial lingkungannya," jelasnya.

Yaitu berupa pengelolaan sampah organik dengan metode biokonversi maggot.

Ulat maggot yang dihasilkan akan jadi pengganti dari pelet-pelet  pakan ikan air tawar.

"Kami sudah melakukan analisis, dengan metode ini bisa efisien separuh dari biaya pembelian pakan ternak," ujarnya. 

Dari inovasi ini, akan mendorong masyarakat miskin membudidaya perikanan air tawar dengan teknologi bioflok.

Untuk pelaksanaan program ini direncanakan di Desa Semparu, Lombok Tengah sebagai percontohan.

"Bekas maggot yang punya nutrisi menjadi pupuk organik farming. Dengan begitu, kita menyediakan akses protein nabati dan hewani bagi masyarakat miskin," pungkasnya. (bib/r11)

Editor : Kimda Farida
#sampah #zero waste