Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

PHRI NTB Klaim Kenaikan Tarif Hotel saat MotoGP Dibolehkan Aturan, Maksimal Naik 300 Persen

Kimda Farida • Kamis, 12 September 2024 | 10:35 WIB
MEGAH: Salah satu hotel di Mataram yang siap menerima tamu yang hendak menyaksikan pagelaran MotGP Mandalika.
MEGAH: Salah satu hotel di Mataram yang siap menerima tamu yang hendak menyaksikan pagelaran MotGP Mandalika.

LombokPost--Manajemen hotel tidak dilarang menaikkan tarif selama event MotoGP Mandalika 2024.

Sebab hal itu sudah diatur dalam Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 9 Tahun 2022 tentang Tarif Usaha Jasa Akomodasi.

Ketua Pengusaha Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Provinsi NTB Ni Ketut Wolini mengatakan, kenaikan harga kamar hotel menjelang MotoGP Mandalika 2024 memang memiliki payung hukum.

Namun tarif yang ditetapkan sangat tergantung setiap manajemen hotel.

”Faktanya Pergub Nomor 9 Tahun 2022 memang memperbolehkan tarif naik. Tergantung manajemen masing-masing hotel,” kata Wolini, Selasa (10/9).

Berdasar pergub yang dimaksud, tarif hotel dibagi menjadi tiga zona.

Zona satu yang meliputi hotel-hotel di kawasan Mandalika. Mereka boleh menaikkan tarif sampai maksimal tiga kali lipat alias 300 persen.

Zona dua adalah hotel-hotel di Kota Mataram hingga Lombok Barat semisal Senggigi.

Batas kenaikkan tarif di ring 2 maksimal 200 persen atau dua kali lipat.

Sedangkan zona tiga di kawasan Lombok Utara maksimal kenaikkan sampai 100 persen.

”Pergub mengatur teknis itu. Jadi kenaikkan berapa tergantung manajemen,” paparnya.

Ketua Asosiasi Hotel Mataram (AHM) I Made Adiyasa Kurniawan mengatakan setiap manajemen hotel memiliki strategi marketing yang berbeda dalam menggaet tamu selama event MotoGP.

Baca Juga: Berbagi Kebahagiaan, PT Dharma Graha Utama Grup Rayakan Hari Jadi Ke-11 

Tapi sejauh ini tingkat okupansi masih tergolong rendah.

Rata-rata masih di bawah 50 persen. Padahal waktu perhelatan event internasional tersebut tinggal menghitung hari.

”Kalau okupansi masih rendah masak manajemen naikkan harga. Percuma harga mahal kalau nggak ada yang beli,” tegasnya.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram Cahya Samudra mengatakan, pemkot sangat berkepentingan dengan tingkat okupansi hotel yang tinggi selama event motoGP.

Sebab banyaknya tamu yang masuk ke Mataram memiliki dampak lanjutan terkait pergerakkan ekonomi.

”Kalau tamu yang nginap banyak tidak hanya menguntungkan hotel. Tapi juga pelaku UMKM yang menjual oleh-oleh khas Lombok juga bisa untung,” ujar Samudra.

Pemkot juga memastikan terus mendukung pelaksanaan MotoGP Mandalika 2024. Termasuk terkait sosialisasi dan promosi.

Sejauh ini pihaknya sudah mulai memasang alat peraga.

Salah satunya di kawasan wisata Loang Baloq.

”Ke depan nanti akan makin banyak,” paparnya. (mar/r9)

 

Editor : Kimda Farida
#PHRI NTB #MotoGP Mandalika 2024 #kenaikan harga hotel