LombokPost-Dinas Perindustrian (Disperin) Provinsi NTB dan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) NTB terus mendorong industrialisasi tenun dan kriya.
Berbagai kebijakan yang dilakukan adalah memberikan pendampingan, pelatihan, serta akses permodalan bagi pelaku Industri Kecil Menengan (IKM), khususnya tenun dan kriya.
Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Perindustrian NTB Hj Nuryanti, SE., ME, saat mendampingi Ketua Dekranasda NTB Dessi Hassanudin dan Ketua TP PKK NTB Hj Lale Prayatni saat mengunjungi Mawar Art Shop, salah satu IKM binaan Dinas Perindustrian NTB.
Kunjungan tersebut bertujuan untuk meninjau langsung perkembangan dan inovasi terbaru yang telah dikembangkan. IKM yang bergerak di industri kriya tersebut berhasil menciptakan berbagai inovasi baru dalam proses produksi maupun desain produk.
Inovasi-inovasi ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kualitas, tetapi juga untuk menghadirkan produk yang lebih berdaya saing di pasar global.
“IKM seperti Mawar Art Shop merupakan contoh nyata bagaimana kerajinan lokal bisa bertransformasi dan berinovasi untuk bersaing di pasar global. Kita sangat bangga bahwa produk-produk NTB kini telah dikenal luas hingga ke mancanegara,” ungkapnya.
Hj Nuryanti menambahkan, dukungan pemerintah terhadap IKM di NTB akan terus ditingkatkan. Baik melalui pembinaan, pelatihan, hingga fasilitasi dalam memperluas jaringan pasar, agar semakin banyak produk lokal yang mampu menembus pasar global.
“Kunjungan ini sekaligus memperlihatkan komitmen pemerintah dalam mendukung pertumbuhan sektor industri kreatif di NTB. Serta mendorong IKM-IKM lokal untuk terus berinovasi dan berkembang,” katanya.
Ketua Dekranasda NTB Dessi Hassanudin mengatakan IKM yang bergerak di industri kriya, memiliki potensi persaingan yang sangat tinggi. “IKM-IKM di NTB memiliki ciri khas yang membedakan mereka dari IKM di luar sana. Inilah yang menjadi nilai plus dan daya tarik utama dari produk-produk lokal kita,” kata Dessi.
Menurutnya, keunikan dan karakteristik lokal yang kental menjadi faktor pembeda yang dapat memperkuat posisi IKM NTB di pasar domestik maupun internasional.
Pelatihan Tenun
Sementara itu, Dinas Perindustrian NTB menggelar pelatihan kerajinan tangan Tenun dan Industri Kriya di Kabupaten Lombok Timur.
Kegiatan yang berlangsung selama empat hari (23-26) September tersebut diikuti 30 peserta yang merupakan perajin tenun. Kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan keterampilan serta kapasitas pelaku industri kerajinan lokal.
Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber dari Dinas Perindustrian Lombok Timur dan Lombok Tengah, serta dari Kementerian Perindustrian RI.
Peserta diberikan kesempatan untuk mempelajari teknik-teknik terbaru dalam kerajinan tenun serta pengembangan industri kriya. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing produk lokal di pasar nasional maupun internasional.
“Peningkatan kualitas produk lokal melalui inovasi dan penguasaan teknologi modern sangat diperlukan,” kata Plt Kabid Pengembangan Sumber Daya Industri (PSDI) Disperin NTB Arifin, SH.MH.
Kegiatan tersebut diharapkan dapat membuka peluang baru bagi para pelaku industri lokal. Terutama di sektor kriya dan tenun, untuk lebih berkembang dan berkontribusi dalam mendukung program industrialisasi yang dicanangkan Pemerintah Provinsi NTB. (lil)
Editor : Haliludin