Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Perempuan Berperan Penting dalam Mempercepat Transisi Energi

Halil E.D.C • Kamis, 10 Oktober 2024 | 08:46 WIB
Sekdis ESDM NTB Niken Arumdati, ST., M.Sc. (tengah) saat menjadi pembicara pada peluncuran Peta Jalan 100% Energi Terbarukan di Mataram.
Sekdis ESDM NTB Niken Arumdati, ST., M.Sc. (tengah) saat menjadi pembicara pada peluncuran Peta Jalan 100% Energi Terbarukan di Mataram.

LombokPost - Sekretaris Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi NTB, Niken Arumdati, ST., M.Sc., mengatakan, inisiatif energi terbarukan di Provinsi NTB berfokus pada kolaborasi dan peran aktif masyarakat, terutama perempuan.

"Perempuan di NTB memainkan peran penting dalam mempercepat transisi energi. Tidak hanya dalam pengelolaan proyek tetapi juga dalam pengambilan keputusan strategis,” kata Niken.

“Perempuan ini akan menjadi inspirasi bagi komunitas perempuan lain untuk ikut berperan aktif dalam pengembangan energi terbarukan,” tambahnya.

Salah satu proyek unggulan yang melibatkan perempuan di Provinsi NTB terdapat di Desa Karang Sidemen, Desa Lantan, dan Desa Aik Berik, Kabupaten Lombok Tengah.

Proyek tersebut mencakup pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap, Solar Dryer Dome, serta pelatihan teknis dan literasi keuangan bagi komunitas setempat.

Tujuannya untuk memperkuat kapasitas perempuan dalam mengelola teknologi energi terbarukan, yang berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) dan NZE.

PLTS Atap dengan kapasitas 505 Wp telah dibangun untuk mendukung rumah produksi kopi di KWT Kaki Rinjani, Desa Karang Sidemen, yang dilengkapi dengan pelatihan teknis bagi petani.

Selain itu, satu unit Solar Dryer Dome berukuran 6m x 8m dibangun di KWT Elong Tune, Desa Lantan, yang bertujuan meningkatkan efisiensi pengeringan hasil pertanian, khususnya kopi.

“Dengan menggunakan teknologi energi terbarukan, para petani dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas produk mereka, yang berdampak langsung pada kesejahteraan ekonomi,” katanya.

Pelatihan literasi keuangan juga diberikan kepada 25 anggota KWT dan petani kopi. Tujuannya agar mereka mampu mengelola keuangan secara lebih bijaksana, serta memaksimalkan keuntungan dari usaha pertanian.

Selain itu, pelatihan kelembagaan keuangan yang melibatkan 20 orang dari berbagai lembaga keuangan seperti koperasi, perbankan, dan Bumdes. Tujuannya memperkuat ekosistem keuangan di desa-desa tersebut, sehingga masyarakat dapat lebih mudah mengakses pembiayaan untuk mengembangkan usaha mikro.

Pendampingan teknis dan monitoring pasca proyek juga menjadi bagian penting dari inisiatif ini. Tim pendamping aktif melakukan evaluasi terhadap instalasi energi terbarukan. Serta memastikan bahwa fasilitas yang dibangun dapat beroperasi dengan efisien dan terus memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

Provinsi NTB juga memanfaatkan teknologi dalam proses monitoring dan evaluasi dampak proyek-proyek energi terbarukan. Alat seperti Kobotool dan WhatsApp digunakan untuk pengumpulan data pasca-proyek guna mengukur dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan dari inisiatif yang diluncurkan.

“Data yang diperoleh akan digunakan untuk merancang proyek-proyek lanjutan yang lebih efisien dan tepat sasaran,” katanya.

Kerja sama dengan lembaga keuangan turut dioptimalkan guna memfasilitasi pembiayaan untuk proyek energi terbarukan. NTB berencana memperluas akses masyarakat terhadap teknologi bersih dengan melibatkan lembaga filantropi, koperasi, dan BUMDes dalam proyek-proyek di masa depan.

Selain itu, kolaborasi dengan LSM dan organisasi masyarakat sipil (CSO) yang memiliki visi dan komitmen serupa dalam transisi energi juga sangat penting dalam mendukung pengembangan kelembagaan energi di tingkat desa.

Dengan potensi besar yang dimiliki Provinsi NTB dalam pengembangan energi terbarukan, khususnya tenaga surya, langkah-langkah strategis ini diharapkan mempercepat perjalanan provinsi ini menuju masa depan yang lebih hijau, inklusif, dan berkelanjutan.

“Provinsi NTB bertekad menjadi model nasional dalam transisi energi bersih dan berkontribusi pada pencapaian NZE. Sekaligus membuka peluang ekonomi baru, menciptakan lapangan kerja, dan mendorong investasi di sektor energi terbarukan,” katanya. (lil)

Editor : Haliludin