Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Sisa Tiga Bulan Lagi, Pengunjung Museum Negeri NTB Sudah Mencapai Angka 32 Ribu Orang

Yuyun Kutari • Jumat, 11 Oktober 2024 | 12:58 WIB
MASA LAMPAU: Salah seorang pengunjung melihat sejumlah koleksi yang tersimpan dan tertata rapi, di ruang pameran milik Museum Negeri NTB, belum lama ini.
MASA LAMPAU: Salah seorang pengunjung melihat sejumlah koleksi yang tersimpan dan tertata rapi, di ruang pameran milik Museum Negeri NTB, belum lama ini.

LombokPost-Terhitung sejak Januari hingga pertengahan Oktober, jumlah pengunjung Museum Negeri NTB mencapai 32.840 orang.

“Alhamdulillah, ini progress yang sangat signifikan, dan akan kita tingkatkan lagi sampai akhir tahun ini,” terang Kepala Museum Negeri NTB Ahmad Nuralam, saat ditemui Lombok Post, Kamis (10/10).

Angka kunjungan ke Museum Negeri NTB disumbang peserta didik, mulai dari TK/PAUD, SD, SMP, SMA sederajat. Kemudian ada mahasiswa, peneliti hingga wisatawan mancanegara.

Jika dirincikan setiap bulan; jumlah kunjungan di Januari ada 5.167 orang, Februari 4.340 orang, Maret 3.162 orang, April 2.689 orang, Mei 1.139 orang, Juni 7.569 orang, Juli 1.885 orang, Agustus 2.697 orang, September 2.560 orang, dan pertengahan Oktober sudah 1.632 orang.

Mendatangkan pengunjung sebanyak itu ke museum, diakuinya, bukan pekerjaan mudah.

Butuh kreasi dan inovasi agar tempat yang dianggap usang dan hanya menampilkan hal-hal jadul alias jaman dulu, lebih dikenal masyarakat.

Karenanya, Museum Negeri NTB mencanangkan strategi yang telah diterapkan dalam dua tahun terakhir, mengangkat jargon museum yang kreatif, inovatif, dan kolaboratif menuju museum digital.

“Kotaku museumku, kampungku museumku,” sambungnya.

Tujuannya agar masyarakat mengetahui, termasuk satuan pendidikan bahwa belajar tidak melulu berlangsung di dalam kelas.

Namun juga, bisa dilakukan di museum yang bisa dijadikan sebagai wahana belajar.

“Makanya kami tulis besar-besar museum menyenangkan,” tegasnya.

Agar para pengunjung betah berlama-lama, Museum Negeri NTB tidak hanya berfokus pada penyajian benda-benda koleksi, namun juga penataan taman menjadi atensi penting, agar pengunjung bisa berswafoto dengan suasana luar museum.

“Taman-taman kita perbaiki, supaya ada tempat mereka berfoto, terus diunggah di sosial media, harapannya jadi cara kita memperkenalkan diri secara terus menerus ke masyarakat,” jelasnya.

Kemudian menyelenggarakan berbagai macam atau jenis kompetisi, sesuai dengan jenjang satuan pendidikan. Misalnya untuk TK, menggelar lomba menggambar atau mewarnai.

Jenjang SD dan SMP, ada lomba cerdas cermat museum. Berikutnya untuk siswa SLB, ada museum untuk disabilitas.

Ini menjadi wahana bagi mereka untuk menampilkan bakat dan kreativitas mereka dalam berkesenian.

Bagi pelajar SMA sederajat, ada lomba menulis mading bertemakan museum.

“Itu kita bikin banyak kategori pemenangnya dalam rangka menarik banyak peserta, dan Alhamdulillah ini bekerja,” kata dia.

Kemudian museum juga welcome dengan mahasiswa dan peneliti yang melakukan riset yang berkaitan dengan sejarah NTB di masa lampau. Sejak Januari hingga pertengahan Oktober, jumlah mahasiswa yang belajar ke Museum Negeri NTB sebanyak 958 orang dan 15 orang peneliti.

Di sisi lain, Museum Negeri NTB juga memberikan apresiasi kepada mereka yang kerap berkunjung.

“Melalui cara seperti ini, mereka merasa dihargai dan apresiasi,” ujar Nuralam.

Dari segala upaya yang telah dilakukan, sampai pertengahan Oktober, Museum Negeri NTB berhasil mendulang Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 119 juta lebih, dengan target realisasi menyentuh 153,34 persen. (yun/r11)

Editor : Kimda Farida
#kunjungan #peserta didik #NTB #Museum NTB