LombokPost-Penataan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika dari tahun 2020 telah menyedot anggaran hingga Rp 1,3 triliun.
”Pemerintah terus berupaya mendukung penciptaan kawasan ekonomi di KEK Mandalika, dengan pembangunan proyek dukungannya,” jelas Kepala Bidang Pembinaan Pelaksanaan Anggaran (PPA) II Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) NTB Maryono, di Sirkuit Mandalika, Rabu (30/10).
Adapun dukungan pemerintah pusat, yang digelontorkan anggaran pada tahun 2020-2021 sebesar Rp 813,06 miliar.
Rinciannya, Rp 57,68 miliar untuk penataan kawasan destinasi wisata KEK Mandalika. Rp 29,31 miliar untuk proyek pengendalian banjir.
Rp 20 miliar penyediaan air baku bendungan Pengga untuk KEK Mandalika.
Sedangkan Rp 706,07 miliar untuk membiayai proyek pembangunan jalan bypass Bandara Internasional Lombok (BIL) – Mandalika.
Kemudian di tahun 2022, pemerintah pusat mengalokasikan anggaran Rp 482,12 miliar.
Rinciannya, Rp 130,19 miliar untuk penyediaan air baku bendungan Pengga bagi KEK Mandalika. Rp 351,93 Miliar untuk pembangunan jalan Bypass BIL - Mandalika dan pelebaran jalan Kuta – Keruak.
“Terakhir di 2023, pusat memberikan anggaran sebesar Rp 5,24 miliar, untuk penataan kawasan destinasi wisata Lombok Mandalika,” kata Maryono.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) NTB Wahyudin mengungkapkan gelaran MotoGP Mandalika 2024, telah membawa dampak cukup signifikan dalam pertumbuhan ekonomi NTB di triwulan II tahun ini.
Seperti di lapangan usaha lapangan usaha transportasi dan pergudangan tumbuh 8,97 persen.
“Hal ini menunjukkan perkembangan yang baik menjelang perhelatan motoGP,” ujarnya. (yun/r11)
Editor : Redaksi Lombok Post