Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Terpikat Keindahan Tanjung Aan, Pengusaha Jepang Akan Investasi di Sektor Pariwisata

Yuyun Kutari • Sabtu, 2 November 2024 | 09:24 WIB

EVENT DI MANDALIKA: MotoGP Mandalika menjadi event yang sangat dinantikan oleh penggemar. Hadirnya balapan internasional menjadi cara ITDC menggaet investor menanamkan modal di KEK Mandalika.
EVENT DI MANDALIKA: MotoGP Mandalika menjadi event yang sangat dinantikan oleh penggemar. Hadirnya balapan internasional menjadi cara ITDC menggaet investor menanamkan modal di KEK Mandalika.
 

LombokPost--Selama Juli-September 2024, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DMPTSP) NTB mencatat realisasi investasi di Lombok Tengah (Loteng) di angka Rp 603 miliar. 

Kehadiran Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, terus diharapkan menjadi daya tarik atau magnet investasi di wilayah Bumi Tastura itu.

“Kami sedang berupaya,” terang Direktur Komersial ITDC Troy Reza Warokka. 

Pembicaraan mengenai upaya menggaet pengusaha untuk menanamkan modalnya telah dilakukan ITDC dengan pihak terkait.

Namun, paling penting dari semua itu, ITDC berusaha agar investor nyaman, dengan memberikan jaminan keamanan dan jaminan konten. 

“Karena kita harus yakinkan bahwa sirkuit itu full dengan aktivitas, karena salah satu daya tariknya adalah konten atau kegiatan balap dan segala macamnya,” kata dia.

Salah satu yang akan datang dalam waktu dekat ke KEK Mandalika, adalah investor asal Jepang.

Dirinya belum bisa mengungkapkan berapa nilai investasi dari pertemuan nanti. Akan tetapi, mereka tertarik dengan wilayah Tanjung Aan.

“Investasinya terkait pariwisata,” jelas Troy. 

Saat ini, segala sarana dan prasarana di KEK Mandalika terus dikembangkan, untuk mendukung aktivitas sport tourism.

Karenanya, di pertemuan itu nanti, pihak ITDC pasti akan mendiskusikan fasilitas apa yang ingin dibangun investor asal Jepang tersebut.

“Apakah itu hotel bintang lima, villa, atau resort, pastinya nanti saat mereka datang ke sini, kita akan dengar apa yang akan mereka buat,” tegasnya.

Di samping itu, ada juga investor yang sedang mengurus kegiatan penanaman modal, rencananya untuk pembangunan hotel Jambuluwuk di kawasan Kuta.

Investor sedang menyiapkan masalah desain, lahan, air, dan lain sebagainya sebelum mulai membangun.

“Kita harus menghargai ada proses-proses yang harus dilakukan,” jelasnya. 

Meski demikian, ITDC mengingatkan ada jangka waktu. Jangan terlalu lama karena pihaknya juga membutuhkan pergerakan investasi yang harus cepat. 

Secara umum kata Troy, pihaknya sudah melakukan evaluasi terhadap investor yang tidak kunjung merealisasikan pembangunan.

“Evaluasi dilakukan untuk memberikan gambaran investor yang serius melakukan pengembangan di KEK Mandalika ini, atau mereka yang sedang memiliki kendala tertentu,” tandasnya. 

Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Nusa Tenggara Samingun mengungkapkan pemerintah memberikan insentif pajak untuk Investasi di KEK Mandalika. 

Hal itu sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 2021 dan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 237/PMK.010/2020 sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 33/PMK.010/2021 tentang Perlakuan Perpajakan, Kepabeanan, dan Cukai pada Kawasan Ekonomi Khusus. (yun/r11)

Editor : Kimda Farida
#investasi #Sirkuit #Loteng #Mandalika #ITDC