LombokPost-Provinsi NTB bersama NTT, akan menjadi tuan rumah bersama Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII 2028 mendatang.
Untuk mendukung gawe besar itu Pemprov NTB berencana membangun sport center di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Lombok Tengah (Loteng).
Menanggapi hal tersebut, Direktur Komersial ITDC Troy Reza Warokka mengatakan sejauh ini pihaknya masih mengembangkan fasilitas di KEK Mandalika dengan desain yang telah dirancang sebelumnya.
KEK Mandalika telah ditetapkan sebagai sport tourism dan basisnya adalah otomotif. Sebab di dalam kawasan telah dibangun sirkuit.
”Kami masih mengembangkan yang sudah ada,” tegasnya.
Troy menegaskan, harus dipahami bersama, pengembangan KEK Mandalika itu sudah memiliki masterplan dan semuanya telah disetujui pemerintah pusat.
Sehingga pembangunan fasilitas atau sarana lain yang berada di dalam kawasan, tidak boleh terlalu jauh berbeda dari rancangan sebelumnya.
“Tidak boleh lari terlalu banyak dari situ (masterplan, Red),” kata Troy.
Maka ketika berbicara mengenai keinginan pemprov untuk membangun sport center untuk mendukung penyelenggaraan PON 2028, ITDC tidak bisa mengambil keputusan sendiri.
Hal ini harus melalui banyak diskusi dengan stakeholder terkait. Apalagi kegiatan olahraga itu sangat banyak.
”Terhadap pengembangan ke depannya, akan ada sport center, saya rasa harus diskusi dengan Pemprov dan para stakeholder terkait, harus dibahas bersama-sama mengenai apa yang akan dilakukan di sini (KEK Mandalika, Red),” jelasnya.
Kepala Bidang Pembinaan Pelaksanaan Anggaran (PPA) II Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) NTB Maryono mengungkapkan penataan KEK Mandalika yang telah berlangsung sejak tahun 2020-2023, menelan APBN hingga Rp 1,3 triliun.
”Pemerintah terus berupaya mendukung penciptaan kawasan ekonomi di KEK Mandalika, dengan pembangunan proyek dukungannya,” jelas dia.
Pada tahun 2020-2021, APBN telah digelontorkan sebesar Rp 813,06. Rinciannya, Rp 57,68 miliar untuk penataan kawasan destinasi wisata KEK Mandalika.
Rp 29,31 miliar untuk proyek pengendalian banjir. Rp 20 miliar penyediaan air baku bendungan Pengga untuk KEK Mandalika.
Sedangkan Rp 706,07 miliar untuk membiayai proyek pembangunan jalan bypass Bandara Internasional Lombok (BIL)-Mandalika.
Kemudian di tahun 2022, pemerintah pusat mengalokasikan APBN sebesar Rp 482,12 miliar.
Rinciannya, Rp 130,19 miliar untuk penyediaan air baku bendungan Pengga bagi KEK Mandalika. Rp 351,93 Miliar untuk pembangunan jalan Bypass BIL-Mandalika dan pelebaran jalan Kuta-Keruak.
“Terakhir di 2023, pusat memberikan anggaran sebesar Rp 5,24 miliar, untuk penataan kawasan destinasi wisata Lombok Mandalika,” kata Maryono. (yun/r11)
Editor : Marthadi