LombokPost-Sebanyak 26 penerbangan batal terbang dan 14 penerbangan ditunda oleh manajemen Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) NTB.
Kondisi ini imbas dari sebaran debu vulkanik Gunung Lewotobi Laki-Laki di NTT yang mengalami erupsi.
Terhadap hal tersebut, otomatis penumpang yang sedianya meninggalkan Lombok menggunakan layanan moda transportasi udara, Rabu (13/11), harus menunda perjalanan mereka atau memilih angkutan laut sebagai alternatif.
Baca Juga: Diprediksi Unggul Versi SMRC, Najmul Minta Tim Tidak Puas dengan Hasil Survei
General Manager (GM) PT ASDP Cabang Lembar Agus Djoko Triyanto mengatakan, sangat dimungkinkan apabila masyarakat menjadikan angkutan laut sebagai alternatif perjalanan.
"Masyarakat sangat mungkin memilih angkutan laut, karena mereka kan butuh cepat bisa sampai tujuan, sementara kondisi penerbangan kapan dibuka kembali kan belum bisa dipastikan," terangnya, saat dikonfirmasi Lombok Post.
Namun, batalnya penerbangan dari BIZAM, sampai saat ini belum berdampak pada lonjakan atau kenaikan jumlah penumpang kapal di Pelabuhan Lembar, Lombok Barat (Lobar).
Baca Juga: Percepatan dan Pemerataan Pembangunan Jadi Tema Debat Kedua Pilkada KLU
PT ASDP Cabang Lembar melayani penumpang dan angkutan, dari Lembar-Padang Bai, Bali dan Lembar-Jangkar, Situbondo, Jawa Timur (Jatim).
"Kalau kita tinjau tiga hari ke belakang, di Pelabuhan Lembar belum terlihat adanya lonjakan pergerakan penumpang, maupun kendaraan menuju ke Bali, itu masih sama seperti hari-hari biasa," tegasnya.
Dirinya juga menegaskan sampai saat ini, aktivitas pelayaran di Pelabuhan Lembar sama sekali tidak terganggu, kendati adanya sebaran debu vulkanik Gunung Lewotobi Laki-Laki NTT.
"Tidak ada penangguhan pelayaran, semuanya masih kami layani penumpang dan kendaraan seperti biasa, masih landai,” kata Agus.
Baca Juga: Di CEO Climate Talks COP29 Azerbaijan, PLN Tegaskan Kesiapan Dukung Visi Swasembada Energi
Terhadap situasi ini, PT ASDP Cabang Lembar tetap memperhatikan arahan pemerintah pusat, karena situasi dan kondisi bisa saja terjadi perubahan akibat dari letusan Gunung Lewotobi Laki-Laki NTT.
Tentunya, perkembangan terbaru akan segera disampaikan kepada masyarakat.
"Kami segera menyampaikan kepada khalayak, bagaimana perkembangan operasional penyeberangan sekarang," ujarnya.
Untuk layanan angkutan laut di hari reguler, PT ASDP Cabang Lembar mengoperasikan sebanyak 13 kapal dengan 13 trip atau perjalanan setiap harinya untuk tujuan Lembar-Padang Bai Bali, kemudian Lembar-Jangkar, Situbondo Jatim.
Baca Juga: Tetapkan Arah Pedoman Pembangunan, Lobar Segera Sahkan RTRW Baru
PT ASDP Cabang Lembar mengoperasikan lima kapal setiap harinya. (yun)
Editor : Kimda Farida