LombokPost-Pembangunan manusia di NTB, terus mengalami kemajuan. Dari hasil pendataan Badan Pusat Statistik (BPS) NTB, terhitung sejak tahun 2020, status pembangunan manusia Indonesia sudah berada di level tinggi.
Kemudian selama 2020–2023, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) NTB rata-rata meningkat, sebesar 0,92 persen per tahun, dari 70,46 pada tahun 2020 menjadi 73,10 pada tahun 2024.
Kepala BPS NTB Wahyudin mengatakan peningkatan IPM tahun 2024 didukung semua dimensi penyusunnya, terutama standar hidup layak dan pengetahuan. “Dua indikator mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan yaitu Rata-rata Lama Sekolah (RLS), tumbuh sebesar 1,68 persen dibanding tahun sebelumnya dan Pengeluaran Riil per Kapita tumbuh sebesar 4,61 persen dibanding tahun sebelumnya,” jelasnya, Jumat (15/11).
Sementara itu, Umur Harapan Hidup saat lahir (UHH) pertumbuhannya mencapai 0,32 persen. Harapan Lama Sekolah (HLS) pertumbuhannya mencapai 0,7 persen.
Umur Harapan Hidup saat lahir (UHH) yang merepresentasikan dimensi umur panjang dan hidup sehat, juga terus meningkat dari tahun ke tahun. Selama periode 2020 hingga 2024, UHH telah meningkat sebesar 1,08 tahun atau rata-rata tumbuh sebesar 0,38 persen per tahun.
“Pada tahun 2020, UHH NTB adalah 71,17 tahun dan pada tahun 2024 mencapai 72,25 tahun. UHH tahun 2024 meningkat 0,23 tahun atau naik 0,32 persen dibanding tahun sebelumnya,” kata dia.
Berikutnya, dimensi pengetahuan pada IPM dibentuk oleh dua indikator, yaitu Harapan Lama Sekolah (HLS) penduduk usia 7 tahun ke atas, dan Rata-Rata Lama Sekolah (RLS) penduduk usia 25 tahun ke atas. Kedua indikator ini terus meningkat dari tahun ke tahun.
Selama periode 2020 hingga 2024, HLS NTB rata-rata meningkat 0,51 persen per tahun, sementara RLS meningkat 1,87 persen per tahun. HLS tahun 2024 meningkat 0,01 tahun atau tumbuh dengan laju 0,07 persen dibandingkan tahun 2024.
Dimensi ketiga yang mewakili pembangunan manusia adalah standar hidup layak. Ini direpresentasikan dengan pengeluaran riil perkapita per tahun, dihitung atas dasar harga konstan 2012 yang disesuaikan.
“Pada tahun 2024, pengeluaran riil per kapita per tahun yang disesuaikan masyarakat Provinsi NTB mencapai Rp 11,61 juta per tahun. Capaian ini meningkat Rp 511 ribu atau tumbuh 4,61 persen dibandingkan tahun sebelumnya,” ujar Wahyudin.
Sementara itu, berbicara pencapaian pembangunan manusia di tingkat kabupaten dan kota, BPS menyebut hal ini sudah sejalan dengan pertumbuhan IPM NTB pada tahun 2024.
“Secara umum, seluruh kabupaten atau kota di NTB juga mengalami peningkatan capaian IPM,” terangnya.
Wilayah yang mengalami peningkatan IPM terbesar pada tahun 2024 adalah Lombok Timur dan Dompu; berturut-turut mencapai 1,17 persen dan 1,14 persen. Sedangkan wilayah yang mengalami peningkatan IPM yang terendah pada tahun 2024 yaitu Kota Mataram, sebesar 0,60 persen. (yun/r11)
Editor : Akbar Sirinawa