Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Kebijakan Konsolidasi Sukseskan Makan Bergizi Gratis 

Yuyun Kutari • Rabu, 20 November 2024 | 16:00 WIB

 

Lalu Gita Ariadi YUYUN/LOMBOK POST
Lalu Gita Ariadi YUYUN/LOMBOK POST

LombokPost-Pemprov NTB mulai melakukan konsolidasi dengan sejumlah pihak, untuk menyukseskan program makan bergizi gratis. ”Misalnya UMKM, perannya seperti apa, ini terus kita bahas pengaturannya,” ujar Sekda NTB Lalu Gita Ariadi.

Di samping itu, pemprov juga telah membangun komunikasi dengan ikatan ahli tata boga di NTB, sebagai antisipasi peran mereka yang mungkin akan sangat dibutuhkan, pada saat program tersebut dijalankan nantinya.

”Andai nanti harus terlibat, yang jelas dengan ikatan ahli tata boga ini harus ada kerja sama, baik untuk kepentingan pelaksanaan program makan bergizi gratis, atau kepentingan event massal ke depannya, ada PON misalnya,” jelasnya.

Menurut Gita, dengan menggandeng ikatan ahli tata boga, nantinya menu makanan yang disajikan kepada siswa, telah dirancang sedemikian rupa agar terpenuhi kebutuhan energi, nutrisi hingga standar gizi yang ditetapkan, termasuk di dalamnya tercukupi kebutuhan karbohidrat, protein, vitamin, mineral serta lainnya.

”Kita tak ingin berita yang naik itu tentang nasi yang basi gitu, dan kenapa masalah ini sampai basi, itu salah kelola saja, sehingga kita komunikasi dan berdialog dengan ahli tata boga terkait dengan daya dukung yang dibutuhkan, alat, kesehatan, pengawasan dan lain sebagainya,” tandasnya.

Kepala Dinas Pertanian (Distan) Lobar Damayanti Widyaningrum siap menindaklanjuti program makan bergizi gratis. Lahan pertanian dan perkebunan siap menyuplai kebutuhan program itu. Mulai dari suplai beras, sayur hingga buah-buahan. “Tentu Lombok Barat sangat siap menyambut program ini,” tuturnya.

Sebelumnya, Anggota Komisi II DPRD NTB H Abdul Rauf berharap pemda bisa memanfaatkan momentum ini, untuk peningkatan kapasitas dan produksi pelaku usaha pangan lokal.

“Sebab tidak semua bahan pangan yang dibutuhkan di program ini bisa terpenuhi di dalam daerah, misalnya susu, telur ayam atau bahan bumbu tertentu seperti bawang putih,” tegasnya. (yun/r11)

Editor : Akbar Sirinawa
#makan #bergizi #Pertanian #perkebunan #DPRD #usaha #pelaku #gratis #NTB #program #kebutuhan