LombokPost-Selama dua bulan menjabat sebagai Pjs Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Julmansyah, S.Hut.,M.A.P meninggalkan tiga legacy atau warisan program yang sangat bernilai.
Legacy yang merupakan pencapaian atau tahapan penting (milestone) yang ditinggalkan Julmansyah tersebut menjadi kado istimewa pada peringatan Hari Lahir (Harlah) Ke-21 Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) yang dirayakan pada 20 November, kemarin.
Ketiga legacy tersebut yakni membangun proses kesepahaman antara Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) dan Kabupaten Sumbawa. Kesepahaman tersebut terkait Transformasi Ekonomi Daerah, khususnya pasca tambang di KSB dan menyambut tambang di Kabupaten Sumbawa 2030.
Legacy kedua yakni menginisiasi Galeri Informasi Sejarah Sumbawa Barat yang diresmikan tanggal 18 November 2023. Peresmian tersebut bekerjasama dengan PT Pegadaian melalui TJSL Pegadaian Peduli.
Dan legacy yang ketiga yakni menyiapkan program Surfing Masuk Sekolah. Program ini merupakan kolaborasi PT. AMMAN Mineral dengan Pemda KSB melalui Dinas Dikbud dan Dinas Pariwisata Pemuda Olah Raga.
Program yang diluncurkan tanggal 23 November 2024 di Pantai Jelengah, Kecamatan Jereweh tersebut bertujuan untuk menyiapkan KSB sebagai gudang atlit surfing nasional. Sekaligus menjadikan surfing sebagai industri pariwisata berbasis masyarakat.
Peringatan Harlah KSB
Sementara itu, peringatan Harlah ke-21 KSB yang digelar di halaman Kantor Bupati KSB kemarin dihadiri Sekda NTB Drs HL Gita Ariadi mewakili Pj Gubernur NTB. Hadir juga anggota Forkopimda NTB dan Sumbawa, DPRD KSB, sejumlah kepala daerah, kepala OPD KSB, PT AMMAN Mineral, tokoh inisiator pembentukan KSB, tokoh agama, dan tokoh masyarakat.
Julmansyah dalam sambutannya mengatakan, di usia ke-21, KSB telah melalui perjalanan panjang dengan berbagai cobaan. Namun tekad yang kuat, kesabaran, dan pengorbanan tanpa batas, para pejuang pembentukan KSB berhasil mewujudkan apa yang menjadi cita–cita bersama. Yakni lahirnya daerah otonomi baru yang diberi nama KSB.
Jasa para pejuang yang telah bekerja sekuat tenaga membentuk KSB harus terus diingat. “Itulah sebabnya, di masa kepemimpinan kami sebagai Pjs Bupati KSB, kami menghadirkan Galeri Informasi Sejarah Sumbawa Barat,” katanya.
Galeri tersebut bukan sekadar tempat untuk menyimpan kisah, tetapi sebuah ruang untuk mengabadikan semangat perjuangan, nilai-nilai luhur, dan cita-cita para pendahulu agar tetap hidup dan dikenang generasi mendatang.
“Galeri ini merupakan cara kita merawat memori kolektif masyarakat KSB. Galeri tersebut sekaligus menjadi kado Harlah KSB,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Julmansyah juga menyinggung soal perhelatan Pilkada NTB dan KSB sebagai momentum yang menentukan masa depan daerah.
Julmansyah menekankan persatuan dan kesatuan harus tetap terpelihara. Tidak boleh berpecah belah, apalagi saling bermusuhan. Setelah pilkada selesai akan tetap kembali bersama dan bersatu sebagai masyarakat KSB yang utuh dan harmonis.
Selain itu, Julmansyah juga mengajak semua pihak untuk terus menjaga dan merawat kekayaan alam KSB sebagai penopang kehidupan masyarakat. Termasuk sektor pertanian dan pariwisata, khususunya pasca tambang.
”KSB dianugerahi kekayaan tambang, juga pertanian dan pariwisata. Kami menyiapkan program surfing masuk sekolah, sebagai kegiatan ekstrakurikuler bagi siswa di sepanjang Pantai Kertasari hingga Sekongkang,” jelasnya.
Dalam perayaan Harlah KSB tersebut juga dilakukan penandatanganan memorandum of understunding antara Kabupaten Sumbawa dan KSB tentang percepatan transformasi dan pengembangan sumber daya dalam rangka mendukung pembangunan daerah.
”Ini adalah sebuah langkah kongkret dalam rangka menyongsong Sumbawa Barat pasca tambang batu hijau 2030,” katanya.
KSB akan melewati fase dimana kekayaan alam berupa bahan tambang akan habis. Memasuki era pasca tambang batu hijau di tahun 2030 yang akan bergeser ke Blok Elang Dodo Rinti, Kabupaten Sumbawa adalah babak baru yang harus dihadapi bersama.
Kawasan industri KSB adalah tantangan di depan mata. Smelter yang menjadi penopang utama hilirisasi pertambangan harus mampu dimanfaatkan sebaik-baiknya.
Untuk mewujudkannya, kolaborasi harus kuat untuk memastikan sumber daya alam bukan hanya membawa kesejahteraan sesaat, tetapi juga memberikan bekal untuk masa depan generasi mendatang.
Dalam kesempatan yang sama, Julmansyah mengucapkan terimakasih kepada Pj. Gubernur NTB yang telah mempercainya sebagai Pjs Bupati KSB. ”Terimakasih kepada Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa Barat, anggota Forkopimda, tokoh agama dan tokoh masyarakat atas dukungan selama saya bertugas di KSB,” katanya. (lil)
Editor : Haliludin