LombokPost-Tambang Batu Hijau di Kabupaten Sumbawa Barat yang dioperasikan PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) akan berakhir 2030 mendatang. Hal ini disebabkan cadangan emas dan tembaga di tambang tersebut diperkirakan habis pada lima tahun mendatang.
”Proyeksinya begitu, cadangan mereka akan habis dalam lima tahun ke depan," kata Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) NTB Sahdan.
Meski habis di tahun 2030, Sahdan mengungkapkan PT Amman memiliki cadangan sumber daya mineral yang belum digarap sepenuhnya. Cadangan ini diperkirakan masih dapat dioperasikan kurang lebih 10 tahun lagi.
”Itu bisa diproduksi smelter AMMAN itu sekitar 10 tahun,” sebutnya.
Menurutnya, untuk rencana akhir dari PT Amman yakni akan mengembalikan lahan bekas tambang ke pemerintah. Nantinya pemerintah yang menentukan selanjutnya pengelolaan dan pemanfaatan lahannya seperti apa.
”Ya kembali ke pemerintah nanti kan. Mau jadi danau atau apa, atau tempat wisata,” terangnya.
Namun, sebelum menyerahkan kembali ke pemerintah PT Amman memiliki kewajiban untuk melakukan reklamasi dan rehabilitasi lahan. Setelah operasi tambang selesai untuk mengembalikan fungsi dan kualitas lahan.
”Karena dia besar, dia sudah melakukan reklamasi sejak tambang awal. Jadi ini habis, direklamasi. Makanya sudah jadi hutan aja itu,” terangnya.
Sahdan memastikan PT Amman telah menyiapkan rencana pasca tambang. Karena PT Amman menggunakan standar tambang internasional, dipastikan lahan bekas tambang ini tidak akan ditinggalkan begitu saja. Artinya, lahan ini pasti akan dialihfungsikan untuk lingkungan.
Adapun saat ini, PT Amman dikatakan sudah mulai membangun lereng-lereng dan penanaman pohon di sekitar tambang untuk menjamin keberlangsungan lingkungan pasca tambang.
Meski operasi penambangan yang dilakukan PT Amman berakhir beberapa tahun lagi, Sahdan memastikan hal tersebut tidak akan mempengaruhi operasional Smelter Amman yang baru diresmikan Jokowi pada September lalu. Bahwa smelter PT Amman akan semakin membesar karena Amman memiliki banyak mitra.
”Ingat, PT Amman ini punya banyak mitra. Ada Sumbawa Barat Mining, yang paling besar nanti di Dodo Rinti, Sumbawa. Tapi nanti smelternya tetap di Batu Hijau. Jadi tidak berpengaruh malah akan diperbesar kapasitasnya," tandasnya. (chi/r11)
Editor : Akbar Sirinawa