Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Lima Tahun Lagi Tambang Batu Hijau AMNT Diproyeksi Tutup, Pemprov NTB Berharap Dampak Minimal pada Investasi 

Sanchia Vaneka • Jumat, 22 November 2024 | 16:56 WIB

 

Wahyu Hidayat  CHIA/LOMBOK POST 
Wahyu Hidayat  CHIA/LOMBOK POST 

LombokPost-Penutupan Tambang Batu Hijau yang dioperasikan PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) di Kabupaten Sumbawa Barat, berpotensi berdampak pada angka investasi NTB. ”Kita tentu tidak menginginkan itu,” kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) NTB, Wahyu Hidayat, Kamis (21/11). 

Dengan angka investasi NTB yang terbilang tinggi saat ini, pihaknya telah mengantisipasi adanya penurunan angka investasi NTB. Yakni, dengan memetakan potensi investasi di NTB. Juga mendorong keseimbangan dari berbagai sektor.

Menurutnya, saat ini pemerintah juga lebih mendukung perkembangan sektor non tambang yang dapat menyerap tenaga kerja lebih banyak. Salah satunya sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Namun diakuinya, angka uang yang berputar pada pariwisata tidak sebesar pada sektor tambang. Meski dalam siklusnya, perputaran uang tersebut langsung dinikmati masyarakat.

Hal tersebut berdampak pada pengentasan kemiskinan. Dengan tujuan, adanya pengembangan sektor yang lain dapat membantu masyarakat yang ada pada garis kemiskinan.

”Nah itulah yang diharapkan. Investasi langsung berdampak pada kesejahteraan masyarakat,” imbuhnya. 

Sehingga, rencana pasca tambang ini mungkin dapat diubah pemerintah dengan mengembangkan sektor padat karya. Yang dinilainya akan dapat menyerap tenaga kerja lebih banyak dari sektor pertambangan. Mulai dari intensitas tenaga kerja yang akan membutuhkan banyak tenaga kerja. 

Wahyu menyebutkan, NTB memiliki peluang pariwisata yang menjanjikan. Meski melihat data investasi terakhir, tambang menjadi penyumbang terbesar. Realisasi investasi di sektor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencapai Rp 23,8 triliun. Kemudian perindustrian Rp 8,3 triliun dan pariwisata ekonomi kreatif Rp 2,6 triliun. 

“Sektor yang lain realisasinya masih rendah,” terangnya. 

Secara keseluruhan realisasi investasi NTB mulai dari triwulan pertama sampai triwulan ketiga sudah mencapai 137 persen atau Rp 25,54 triliun. Dengan target nasional Rp 26,9 triliun. ”Masih mendominasi dari sektor tambang,” sebutnya.

Wahyu mengatakan, adanya rencana penutupan Tambang Batu Hijau pada 2030 mendatang dilengkapi dengan kajian bertahap. ”Dilakukan kajian lebih komprehensif. Apakah benar lima tahun lagi atau ada potensi lain?” tambahnya. 

Apalagi dengan adanya smelter di Kabupaten Sumbawa Barat yang diresmikan Presiden Jokowi beberapa waktu lalu juga sangat membantu pertambangan. Dapat menjadi industrialisasi dalam mengolah konsentrat tembaga menjadi sumber daya dengan yang memiliki nilai ekonomi.

Diharapkan juga, smelter itu dapat menyerap tenaga kerja yang lebih banyak. Agar tenaga lokal dapat merasakan langsung manfaat investasi di lokasi tersebut. Dengan mengembangkan sektor padat karya. (chi/r11)

Editor : Akbar Sirinawa
#investasi #Sektor #potensi #masyarakat #kemiskinan #Tenaga Kerja #Kesejahteraan 2024