Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Kementerian PU Akan Lakukan Prastudi Kelayakan Pembangunan SPAM Regional Pulau Lombok

Yuyun Kutari • Senin, 25 November 2024 | 11:41 WIB

 

H Iswandi DOK/LOMBOK POST
H Iswandi DOK/LOMBOK POST
 

LombokPost-Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bakal melakukan prastudi kelayakan untuk rencana pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Pulau Lombok.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) NTB H Iswandi menegaskan, untuk membangun SPAM Regional Pulau Lombok, Pj Gubernur NTB Hassanudin telah memohon fasilitasi Direktorat Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Kementerian PU, termasuk pengerjaan studi kelayakan megaproyek tersebut.

”Saat ini sedang berlangsung penyusunan prastudi kelayakan terkait rencana pembangunan tersebut,” terangnya.

Total anggaran untuk membangun SPAM Regional Pulau Lombok mencapai Rp 1,35 triliun.

Megaproyek ini direncanakan akan memiliki kapasitas Instalasi Pengolahan Air (IPA) sebesar 440 liter per detik (lpd).

SPAM ini akan melayani wilayah Kota Mataram, Lombok Barat, hingga ke Lombok Utara.

Adapun rencana sumber air baku yang akan dimanfaatkan berasal dari mata air Ranget, Bendungan Meninting, dan Bendungan Batujai.

Dengan biaya yang tidak sedikit, Iswandi menegaskan pembangunan SPAM direncanakan menggunakan pendanaan pola Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).

Sebenarnya di pendanaan pola KPBU, ada dua model prakarsa, dari pemda dan swasta. Karena itu, ketika rencana pembangunannya dimohonkan ke Kementerian PU, pola yang digunakan adalah melalui prakarsa pemerintah daerah.

“Sehingga pemerintah daerah memerlukan prastudi kelayakan tersebut,” jelasnya.

Prastudi kelayakan dikerjakan konsultan dari Kementerian PU. Pemda tetap turun tangan, dengan memfasilitasi dan menyiapkan dukungan, dalam koordinasi dan pengumpulan data bersama pihak-pihak terkait.

Konsultasi publik untuk prastudi kelayakan juga sudah dilakukan. Langkah ini diharapkan agar dokumen kajian prastudi kelayakan mampu memuat kajian strategis, ekonomi, komersial dan finansial, serta manajemen terkait sumber pembiayaan, bentuk kontrak KPBU yang sesuai aturan dan kelembagaan.

Juga rancangan teknis dukungan pemerintah, dan jaminan yang diperlukan serta bentuk pengembalian investasi dari badan usaha.

”Sehingga dokumen studi kelayakan yang kita miliki nanti, semuanya dapat didukung dengan data yang akurat dan telah melalui uji publik,” pungkas Iswandi.

Sekda NTB Lalu Gita Ariadi menegaskan pembangunan SPAM Regional Pulau Lombok merupakan langkah konkret pemerintah, untuk memenuhi kebutuhan air bersih yang terus meningkat di Pulau Lombok, dengan pertumbuhan penduduk mengalami kenaikan serta sektor pariwisata yang berkembang pesat. (yun/r11)

Editor : Marthadi
#Bappeda #regional #NTB #SPAM #Lombok