LombokPost-Tingginya angka kunjungan wisatawan ke Gunung Rinjani, berdampak pada meningkatnya jumlah volume sampah yang dihasilkan.
Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Yarman mengungkapkan sampah yang berhasil dikumpulkan dari aktivitas pendakian Januari-Oktober 2024 menyentuh angka 31 ton. “Sementara dari aktivitas non pendakian, tercatat hanya 1 ton saja,” terangnya, Senin (25/11).
Dari data Balai TNGR, produksi sampah dari aktivitas pendakian pada periode Agustus itu paling tinggi. Sampah yang dikumpulkan sebanyak 7.425 kilogram (kg). Sedangkan produksi paling rendah di Februari hanya 83 kg sampah.
Menurut Yarman, jumlah sampah yang diproduksi sejalan dengan total pendaki Rinjani pada periode dari Januari-Oktober sebanyak 82.699 orang. Terbagi atas pendaki nusantara 39.550 orang dan mancanegara 43.149 orang.
Rinciannya, pendaki nusantara periode Januari ada 557 orang, April 5.974 orang, Mei 6.430 orang, Juni 5.901 orang, Juli 6.652 orang, Agustus 6.498 orang, September 4.346 orang, dan Oktober 43.192 orang.
Sementara itu pendaki mancanegara pada periode Januari sebanyak 59 orang, April 4.236 orang, Mei 6.855 orang, Juni 5.476 orang, Juli 6.263 orang, Agustus 7.556 orang, September 7.040 orang dan Oktober 5.664 orang.
”Kami sangat menyadari angka kunjungan wisatawan di TNGR, terutama pada destinasi wisata Pendakian semakin bertambah. Tentu hal tersebut memberikan dampak yang sangat baik untuk perekonomian warga setempat yang berkecimpung dalam bisnis layanan pendakian,” jelasnya.
Trekking Organizer, Guide, Porter serta layanan akomodasi lainnya yang menunjang bisnis pendakian di Gunung Rinjani harus mengatensi bersama persoalan sampah ini. Karenanya, kegiatan yang telah dilakukan sebagai upaya menanggulangi sampah tersebut, seperti clean up yang secara rutin dilakukan oleh Forum Citra Wisata Lingkar Rinjani, dan mitra lainnya, serta proses pack in pack out yang dilakukan pada pintu pendakian.
“Kami telah mendelegasikan Rinjani telah mendelegasikan Forum Citra Wisata Lingkar Rinjani untuk menghandle kegiatan clean up dan proses pack in pack out yang ada di Gunung Rinjani,” jelasnya.
Yarman menegaskan untuk penanganan sampah di Tahun 2025 mendatang, pihaknya bakal menerapkan program Go Rinjani Zero Waste, dengan skema penggunaan wadah reuse dan refill.
Gerakan yang dimaksud mewajibkan pendaki mengemas ulang bahan makanan dan minuman yang dibawa untuk ditempatkan di wadah yang dapat digunakan kembali agar dapat meminimalisir sampah di Kawasan TNGR.
“Mari jaga alam, jadilah pendaki yang bijak sebab kebersihan gunung adalah tanggung jawab kita bersama,” tandasnya. (yun/r11)
Editor : Akbar Sirinawa