LombokPost-Melalui Kelompok Kepakaran dan Layanan Profesional (KKLP) Perkamusan dan Peristilahan, Balai Bahasa NTB mengusulkan ratusan kosakata bahasa daerah Sasak, Samawa, dan Mbojo (Sasambo) NTB ke redaksi Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).
“Kami usulkan 836 kosakata Sasambo ke redaksi KBBI,” kata Kepala Balai Bahasa NTB Puji Retno Hardiningtyas.
Itu semua merupakan hasil inventarisasi kosakata bahasa daerah, melalui pencarian data pada tiga lokasi di NTB, dan telah diseminarkan melalui kegiatan Seminar Hasil Inventarisasi Kosa Kata Bahasa Daerah Sasambo di peringatan Hari Bahasa Ibu.
Hasilnya, jumlah entri yang telah diterima sebanyak 566 entri dan ditolak 270 entri oleh redaksi KBBI. Rinciannya, entri bahasa Sasak 150 entri diterima, 20 entri dikonfirmasi ulang, dan 55 entri ditolak dengan total 225 entri.
Bahasa Samawa mendapatkan 165 entri diterima, 38 entri dikonfirmasi ulang, dan 58 entri ditolak dengan total 261 entri. Sementara itu, bahasa Mbojo mendapatkan 169 entri diterima, 24 entri dikonfirmasi ulang, dan 157 entri ditolak dengan total 350 entri.
Retno mengatakan entri yang telah diterima selanjutnya akan diusulkan langsung oleh editor dan redaktur KBBI Balai Bahasa NTB ke dalam KBBI daring, sementara itu entri yang dikonfirmasi ulang akan diolah kembali dengan informasi terbaru dari penutur jati.
“Adapun entri yang telah ditolak merupakan entri yang sudah ada konsepnya dalam KBBI dan tidak ada urgensi sebagai penambahan kosakata bahasa Indonesia,” kata dia.
Terpenting, kata Retno, inventarisasi tersebut sangat penting dilakukan, karena ini akan menjadi gudang perbendaharaan pemadanan kata dari bahasa daerah ke dalam bahasa Indonesia. (yun/r11)
Editor : Kimda Farida